Share

Sejarah Candi Tikus, Peninggalan Majapahit yang Jadi Sarang Tikus

Tim Okezone, Okezone · Senin 16 Agustus 2021 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 15 337 2455777 sejarah-candi-tikus-peninggalan-majapahit-yang-jadi-sarang-tikus-TZePM9XfrX.jpg Candi Tikus. (Foto: NU Online)

KERAJAAN Majapahit hingga kini masih terus diteliti oleh sejumlah arkeolog dan ilmuwan. Jejak sejarah yang bisa dilihat salah satunya ada di Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

Disebut-sebut sebagai Ibu Kota Kerajaan Majapahit, Candi Tikus ditemukan di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Bila pada umumnya candi muncul diatas permukaan tanah, berbeda dengan candi satu ini. Candi Tikus ditemukan di bawah permukaan tanah oleh warga setempat. Awalnya sejumlah warga merasa terganggu oleh banyaknya hama tikus yang merusak pertanian sehingga hasil tani menurun drastis.

Baca juga: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Terdampar di Mentawai


Baca juga: 1.216 Anak di Aceh Terpapar Covid-19, IDAI: Jumlahnya Meningkat Signifikan


Hingga pada tahun 1914, Bupati Mojokerto, RAA Kromojoyo Adinegoro pada saat itu memerintahkan aparat desa untuk membabat habis tikus yang ada, pada saat pengejaran tikus aparat desa melihat tikus-tikus masuk pada lubang di dalam gundukan tanah.

Karena ingin memberantas semua tikus, Kromojoyo memerintahkan agar gundukan tersebut juga dibongkar dan ditemukanlah sebuah candi yang dinamakan Candi Tikus. Demikian dilansir dari NU Online.

Candi Tikus diperkirakan dibangun pada abad ke XIII atau abad ke-XIV. Di dalam Kitab Nagarakertagama, Mpu Prapanca mengatakan bahwa dulunya candi ini adalah tempat pertitraan atau pemandian serta tempat upacara raja-raja terdahulu.

Denah bangunan Candi yang terbuat dari bahan batu bata merah ini berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 22,50 x 22,50 meter persegi dan memiliki ketinggian sekitar 5,20 meter dari dasar kolam sampai pada ketinggian permukaan tanah di sekitarnya.

Dasar kolam berada di bawah permukaan tanah dikelilingi tembok yang disusun berteras-teras. Teras-teras tersebut disusun semakin ke dalam semakin turun. Tangga masuk terdapat pada sisi utara. Pada bagian dasar kolam ada sebuah fondasi yang terlihat menempel pada dinding kolam sisi timur.

Pada saat ini keberadaan Candi Tikus terus dilestarikan, ketika musim liburan tiba Candi ini akan dipenuhi oleh wisatawan yang berkunjung. Candi Tikus dikelilingi taman serta pepohonan yang menambah kesejukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini