Kisah Gus Dur : Murid Berbakat yang Ditolak Kuliah di Belanda

Agnes Teresia, Okezone · Sabtu 14 Agustus 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 337 2455383 kisah-gus-dur-murid-berbakat-yang-ditolak-kuliah-di-belanda-fcwx7AthXe.jpg Gus Dur (foto: ist)

PRESIDEN RI keempat Gus Dur, lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil pada 7 September 1940 di Jombang. Kedua orang tuanya merupakan keturunan ulama.

Gus Dur besar di lingkungan pendidikan agama, yaitu pesantren. Ketika ayahnya ditunjuk menjadi menteri agama, Gus Dur belajar di SD KRIS Jakarta sebelum pindah ke SD Matraman Perwari.

Baca juga:  Humor Gus Dur: Orang Tak Bisa Melihat Kok Disuruh Buka Pameran Lukisan

Tahun 1954, Gus Dur dikirim ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya kepada KH Ali Maksum di Pondok Pesantren Krapyak. Demikian dikutip dari buku "Tokoh Indonesia yang Gemar Baca Buku", penulis Eri Sumarwan yang diterbitkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2017

Di Krapyak, kegemaran Gus Dur membaca buku semakin menjadi-jadi, bahkan Gus Dur selalu membawa buku atau kitab untuk dibaca.

Baca juga:  Humor Gus Dur : Cara Dapatkan Ayam Gratis di Kairo

Setelah lulus SMP, Gus Dur pindah ke Pesantren Tegalrejo di Magelang. Gus Dur dikenal sebagai murid berbakat yang mampu menyelesaikan pendidikan pesantrennya dalam dua tahun. Tahun 1959, Gus Dur beralih ke Pesantren Tambakberas di Jombang.

Sembari mengenyam pendidikannya sendiri, Gus Dur menerima pekerjaan pertamanya sebagai guru dan nantinya akan menjadi kepala sekolah madrasah.

Tahun 1963, Gus Dur belajar di Universitas Al-Azhar Mesir berbekal beasiswa dari Kementerian Agama. Merasa tidak cocok dengan metode yang digunakan, beliau memilih pindah ke Universitas Baghdad di Irak.

Sayangnya ketika ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Leiden Belanda, Gus Dur tidak diterima karena pendidikannya di Baghdad tidak diakui.

Selama menimba ilmu di pesantren, Gus Dur besar menjadi pribadi yang memiliki keberanian dan kejujuran. Gus Dur ingin mengangkat citra positif pesantren. Baginya, pesantren tidak hanya sebuah lembaga pendidikan. Pesantren merupakan sebuah komunitas yang memiliki nilai-nilai kultur yang khas. Gus Dur memperkenalkan pesantren melalui artikel yang ditulisnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini