Strategi Kerajaan Majapahit Antisipasi Ancaman Letusan Gunung Berapi

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 14 Agustus 2021 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 337 2455319 strategi-kerajaan-majapahit-antisipasi-ancaman-letusan-gunung-berapi-1SsGfQPfFm.jpg Candi Arimbi salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit. (Foto: Dok. Okezone)

KONDISI lingkungan alam di Kerajaan Majapahit selain memberikan dukungan terhadap kemajuan, juga menyimpan bahaya berupa bencana alam, yaitu bencana banjir dan letusan gunung berapi.

Masyarakat Majapahit rupanya memahami betul ancaman tersebut dan mengantisipasinya dengan pembangunan waduk-waduk. Demikian dikutip dari buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014.

BACA JUGA: Cerita Suram Kerajaan Majapahit, Keturunan Hayam Wuruk Berebut Tahta Raja

Berdasarkan fungsinya, waduk-waduk yang ada di situs Trowulan dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok barat laut dan kelompok timur. Waduk-waduk yang ada di kelompok barat laut berfungsi sebagai jalur transportasi air, sebagai contoh adalah waduk Temon.

BACA JUGA: Misteri Trowulan, Ibu Kota Kerajaan Majapahit Tanpa Unsur 'Mojo'

Terdapat dua kanal kuno yang bermuara di sungai Temon dari arah barat. Dalam prasasti Canggu juga disebutkan bahwa tempat penyeberangan kali pertama adalah Temon, sehingga dugaan bahwa waduk Temon sebagai terminal air cukup beralasan.

Adapun kelompok kedua adalah kelompok timur. Waduk-waduk yang ada di kelompok timur mempunyai fungsi sebagai penyeimbang debit air, sehingga pada musim hujan tidak terjadi banjir, dan pada musim kemarau tidak terjadi kekeringan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini