Kesaksian Tukang Catat Laksamana Cheng Ho Terkait Bentuk Kerajaan Majapahit

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 13 Agustus 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 337 2454849 kesaksian-tukang-catat-laksamana-cheng-ho-terkait-bentuk-kerajaan-majapahit-VPdpccZ6Ua.jpg Situs peninggalan kerajaan Majapahit (foto: ist)

TAHUN 1941, Kepala Badan Arkeologi Hindia Belanda, Willem Frederik Stutterheim (1892-1942) berhasil membuat denah rinci rekonstruksi Keraton Majapahit. Tetapi dalam catatan monografnya dia sama sekali tidak memberitahukan di mana lokasi tepatnya.

Namun pada 1932, Stutterheim menulis tentang naskah kesaksian Ma Huan sebagai dasar penyelidikan yang ia lakukan. Ma Huan adalah tukang catat laksamana Cheng Ho yang melakukan ekspedisi ke berbagai bandar-bandar perdagangan dunia antara 1405 hingga 1433.

Baca juga: Pengaruh Sungai Brantas Dalam Berkembangnya Pusat Kerajaan Majapahit

situs majaphit

Salah satu tempat yang dia singgahi adalah wilayah pesisir pulau Jawa. Dalam catatan yang diterbitkan pada 1451, Ma Huan menulis bahwa empat bandar besar pesisir Pulau Jawa yakni, Tuban, Gresik, Surabaya, dan Majapahit adalah kota-kota yang tidak mempunyai pagar keliling.

Baca juga:  Kisah Stutterheim, Kepala Arkelog Belanda yang Telusuri Kerajaan Majapahit

Berdasarkan kutipan dari indonesia.go.id. Istana kerajaan, atau kotaraja dalam catatan Ma Huan memiliki tembok setinggi tiga chang atau tiga tombak. Kurang lebih 9,4 meter untuk ukuran sekarang. Sedangkan kelilingnya kira-kira lebih dari 200 paces atau lebih dari 310 meter.

Di dalamnya terdapat dua lapis pintu gerbang. Pintu gerbang pertama adalah pintu gerbang masuk ke lingkungan keraton. Sedangkan pintu gerbang yang kedua adalah pintu gerbang pribadi raja dan kerabat terdekat. Penjagaan kraton sangat ketat dan berlapis. Sedangkan kondisi kraton terlihat bersih dan rapi. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini