Kisah Soeharto Kumpulkan Semua Pasukan Pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tim Okezone, Okezone · Kamis 19 Agustus 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 337 2454568 kisah-soeharto-kumpulkan-semua-pasukan-pasca-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-Icm6d6yhNi.jpg Soeharto (foto: istimewa)

JAKARTA - Setelah mengetahui Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Timbul inisiatif Soeharto untuk mengumpulkan teman-teman bekas PETA (Pembela Tanah Air).

Secara kebetulan semua teman itu tinggalnya tidak berjauhan. Seoharto menemui Oni Sastroatmodjo, Komandan Kompi Polisi Istimewa, dan bersama dengannya Soeharto mengumpulkan bekas-bekas Chudancho dan Shodancho.

Baca juga: Ini Pesan Perpisahan Sri Sultan HB IX kepada Soekarno-Hatta saat Pindah ke Jakarta

Bekas-bekas PETA dan sejumlah pemuda lainnya berkumpul. Mereka berhasil membentuk satu kelompok yang kemudian jadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang pembentukannya sudah diumumkan oleh Pemerintah RI. Demikian dikutip dari buku Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, Otobiografi yang diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda.

Baca juga: Kisah James Richardson Logan, Penemu Kata 'Indonesia' Pertama Kali

Presiden Soekarno menyerukan, agar bekas PETA, bekas Heiho, bekas Kaigun, bekas KNIL dan para pemuda lainnya segera berduyun-duyun bergabung dan mendirikan BKR-BKR di tempatnya masing-masing. Seruan Bung Karno itu bukan sesuatu yang baru buat Mereka. Mereka sudah bergerak sejalan dengan seruan itu. Di dalam kelompok kami ada unsur polisi yang buat Soeharto tidak asing, karena dia pun pernah jadi polisi.

Umar Slamet, teman dekat Soeharto, terpilih jadi ketua BKR. Dan Soeharto terpilih jadi wakilnya. Kelompok kecil ini yang adanya di Sentul, di Jalan Kusuma Negara sekarang, adalah tangga pertama dalam zaman baru yang menaikkan Soeharto ke tangga-tangga berikutnya. Anggota-anggotanya terdiri atas bekas-bekas PETA, Heiho dan pemuda-pemuda lainnya.

Soeharto memimpin kelompok ini dalam melucuti Jepang yang di luar asrama. Beberapa kendaraan militer juga direbut untuk keperluan pasukan. Kompi ini segera menjadi kuat dan banyak yang menyegani, sementara sejumlah pasukan Jepang masih tinggal di tangsinya, antara lain di Kotabaru, dengan utuh dan lengkap persenjataannya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini