Bandar Narkoba Dipindah ke Nusakambangan, Begini Kecanggihan Lapas Super Maximum Security

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 11 Agustus 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 11 337 2454119 bandar-narkoba-dipindah-ke-nusakambangan-begini-kecanggihan-lapas-super-maximum-security-dfvBlcQyrR.jpeg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Komisi III DPR RI mendukung langkah pemindahan narapidana bandar narkoba ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. Hal itu untuk mencegah terulangnya kembali peredaran narkoba di dalam penjara. Sebab, Lapas Nusakambangan memiliki akses yang terbatas dan tingkat keamanan Super Maximum Security.

"Dari apa yang saya lihat dan ketahui, bandar-bandar itu kan ditempatkan di lapas Super Maximum Security seperti Lapas Karanganyar," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh melalui keterangan resminya, Rabu (11/8/2021). 

"Lapas Karanganyar ini menggunakan sistem one man one cell, satu sel dihuni satu orang, bahkan akses masuk ke dalam blok saja sangat jauh dan terbatas. Membuka pintu blok saja hanya bisa lewat control room, bagaimana bandar mau kembali berulah?," imbuhnya. 

Sepengetahuan Pangeran, Lapas Super Maximum Security yang ada di Pulau Nusakambangan memang hanya diperuntukkan bagi narapidana high risk seperti bandar narkoba dan terorisme. Di mana, sarana dan prasarana di Lapas tersebut telah menggunakan teknologi terkini dilengkapi dengan petugas khusus yang terlatih. 

Bahkan, kata Pangeran, setiap sudut Lapas juga telah dilengkapi dengan CCTV dan sensor gerak yang dipantau selama 24 jam setiap hari. Selain itu, kontak antara petugas dengan narapidana juga sangat minimal, bahkan kunjungan dilakukan secara online dan dengan aturan yang sangat ketat.

Pangeran juga menjelaskan, penggunaan handphone di Lapas tersebut sangat tidak dimungkinkan karena tidak terdapat jaringan seluler. Oleh karenanya, Pangeran menilai pemindahan bandar narkoba ke Nusakambangan merupakan pilihan tepat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

"Dikatakan high risk karena mereka dimungkinkan akan melakukan pengulangan tindak pidana. Penempatan bandar narkoba disana menjadi langkah yang sangat baik untuk memutus mata rantai narkoba. Hal itu memberikan efek jera tidak hanya bagi narapidana yang dipindahkan, tetapi juga menjadi gertakan bagi narapidana lainnya yang ingin berulah," ujar Pangeran. 

Terkait pengendalian peredaran narkoba dari dalam Lapas, Pangeran mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah tanggungjawab berbagai pihak mengingat keterlibatan pihak luar lapas dalam peredarannya. Ia berharap antar penegak hukum dapat memperkuat sinerginya untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia.

"BNN, Polri, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia perlu memperkuat kerja samanya dalam memberantas peredaran gelap narkoba sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Kita sebagai masyarakat juga perlu turut serta minimal dengan tidak menjadi bagian dari jaringan peredaran gelap narkoba," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini