Kisah Soekarno-Hatta Berubah Pikiran dalam Peristiwa Rengasdengklok

Tim Okezone, Okezone · Selasa 17 Agustus 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 11 337 2454044 kisah-soekarno-hatta-berubah-pikiran-dalam-peristiwa-rengasdengklok-wJ1p0v31t0.jpg Presiden Soekarno (Foto: gahetna.nl)

PERISTIWA Rengasdengklok telah mengubah jalan pikiran Bung Karno dan Bung Hatta. Mereka telah menyetujui bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus segera dikumandangkan.

Bung Karno dan Bung Hatta tiba di Jakarta pada pukul 23.00 WIB, dan setelah singgah di rumah masing-masing mereka langsung menuju rumah kediaman Laksamada Maeda. Hal ini dilakukan karena pertemuan Soekarno dengan Mayjen Nishimura dalam rangka membahas Proklamasi kemerdekaan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945 tidak membuahkan hasil.

Baca juga:  Ketika Sri Sultan HB IX Keliling Dunia untuk Mengenalkan Indonesia

Soekarno

Soekarno baru sadar bahwa berbicara dengan penjajah tidak ada gunanya. Nishimura melarang Soekarno dan Hatta untuk melaksanakan rapat PPKI dalam rangka melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan. Hal itu terungkap dalam buku "Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan : 1945-1998" karya Dr. Aman, M.Pd, 2015.

Baca juga:  Kata 'Indonesia' Berawal dari Diskusi di Meja Redaksi Logan

Pertemuan di rumah Laksamana Maeda dianggap tempat yang aman dari ancaman tindakan militer Jepang, karena Maeda adalah Kepala Kantor Penghubung Angkatan Laut di daerah kekuasaan Angkatan Darat.

Di kediaman Maeda itulah rumusan teks proklamasi disusun. Hadir dalam pertemuan itu Sukarni, Mbah Diro, dan BM.Diah dari golongan pemuda yang menyaksikan perumusan teks proklamasi. Semula golongan pemuda menyodorkan teks proklamasi yang keras nadanya, dan karena itu rapat tidak menyetujui. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini