Share

Wagub DKI Optimis Ganjil-Genap Bisa Kendalikan Mobilitas Warga

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 10 Agustus 2021 22:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 337 2453899 wagub-dki-optimis-ganjil-genap-bisa-kendalikan-mobilitas-warga-4N4VQhzuaO.jpg Wagub DKI Ariza (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, kebijakan ganjil-genap akan kembali diterapkan di Ibu Kota pada 12-16 Agustus mendatang.

Dia pun optimis langkah ini mampu mengendalikan mobilitas warga guna mencegah lonjakan kasus Covid-19.

"Ya insyallah penyekatan dibuka satu titik dari surat kepala dinas mulai tanggal 12 sampai 16 akan ada pemberlakuan ganjil genap ya," kata Ariza, Selasa (10/8/2021).

Ganjil-genap untuk kendaraan mobil akan diterapkan di 8 ruas jalanan DKI Jakarta mulai pukul 06.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Baca juga: Wagub: 40 Persen yang Sudah Divaksin Bukan Warga DKI Jakarta

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pengendalian mobilitas dengan sistem patroli di 20 titik jalanan DKI Jakarta.

"Dikendalikan dengan sistem patroli, pengendalian mobilitas dengan sistem rekayasa lalu lintas, jadi upaya-upaya ini dilakukan oleh Dishub dibantu oleh Dirlantas Polda Metro Jaya bersama dengan Polda untuk mengatur mobilitas warga untuk dapat mengurangi mobilitas warga," tegasnya.

Baca juga: BPK Temukan PNS Meninggal Digaji, Wagub: Rp200 Juta Sudah Dikembalikan Sisanya Proses

Ariza pun optimistis ganjil genap dapat mengendalikan mobilitas warga lantaran selama ini telah terbukti efektif dalam menghalau kemacetanan di Jakarta.

"Dulu kan tahun 2020 efektif ini dicoba lagi. Sementara sampai tanggal 16 dulu setelah itu kita lihat kembali," tutupnya.

Adapun ruas jalan yang akan diberlakukan Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap, yaitu:

• Jalan Jenderal Sudirman;

• Jalan M.H. Thamrin;

• Jalan Medan Merdeka Barat;

• Jalan Majapahit;

• Jalan Gajah Mada;

• Jalan Pintu Besar Selatan;

• Jalan Hayam Wuruk; dan

• Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Sementara itu, terdapat pengecualian kendaraan bermotor yang memasuki kawasan Ganjil-Genap, yakni:

• kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas;

• kendaraan Ambulans;

• kendaraan Pemadam Kebakaran;

• kendaraan angkutan umum (plat kuning);

• kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik;

• sepeda motor;

• kendaraan angkutan barang khusus Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Gas;

• kendaraan Pimpinan Lembaga Tinggi Negara Republik Indonesia, yaitu:

• Presiden/Wakil Presiden;

• Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/Dewan Perwakilan Daerah; dan

• Ketua Mahkamah Agung/Mahkamah Konstitusi/Komisi Yudisial/Badan Pemeriksa Keuangan.

• kendaraan Dinas Operasional berplat dinas, TNI dan POLRI;

• kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional yang menjadi tamu negara;

• kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;

• kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas POLRI, seperti kendaraan Pengangkut Uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dari POLRI.

• kendaraan petugas kesehatan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) selama masa penanggulangan bencana nasional yang diakibatkan oleh penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19);

• kendaraan mobilisasi pasien Corona Virus Disease (COVID-19);

• kendaraan mobilisasi vaksin Corona Virus Disease (COVID-19); dan

• kendaraan pengangkut tabung oksigen.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini