Societeit, Tempat Dansa dan Pesta di Solo pada Masa Kolonial

Agregasi Solopos, · Rabu 11 Agustus 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 337 2453892 societeit-tempat-dansa-dan-pesta-di-solo-pada-masa-kolonial-i7XCfLt8vA.jpg foto: istimewa

PADA zaman kolonial Belanda, Kota Solo terus berkembang hingga kebutuhan masyarakat akan sarana berkumpul dan hiburan semakin meningkat. Banyak kalangan atas (Belanda dan bangsawan pribumi) membutuhkan hiburan yang berbau Eropa.

Salah satunya adalah Societeit yang digunakan sebagai tempat untuk berkumpul, dansa, pesta, biliar, dan sebagainya. Societeit pada mulanya berkembang di Batavia, lalu didirikan di kota lain termasuk Solo.

Baca juga: 7 Tempat Wisata Sejarah di Solo, dari Keraton hingga Monumen Pers

Kata Societeit dalam bahasa Belanda berarti masyarakat. Sesuai dengan arti katanya, Societeit menjadi pusat berkumpulnya masyarakat Solo. Masyarakat Solo pada zaman dulu kerap menyebutnya ngesus dari kata soos.

Namun, Societeit di Kota Solo terus berkembang hingga fungsinya tak lagi sebagai sarana hiburan, namun juga pusat edukasi dan diskusi masyarakat. Di Solo ada tiga Societeit, yaitu Societeit Mangkoenegaran, Societeit Harmonie, dan Societeit Habipraya. Namun, bangunan yang masih tersisa hingga hari ini hanya Societeit Mangkunegaran yang kini menjadi Monumen Pers di Jalan Gajahmada.

Societeit Mangkoenegaran

Dibangun pada 1918 atas prakarsa Pangeran Arya Prangwerdhana atau Mangkunegara VII. Gedung yang dirancang Mas Aboekasan Atmodirono ini juga disebut Societeit Sasana Soeka. Gedung ini dibangun dengan tujuan utama memberikan tempat hiburan kepada rakyat karena hiburan di dalam keraton tidak bisa digunakan dengan mudah oleh masyarakat umum.

Societeit Harmonie

Pada 1874 dibangun gedung hiburan bernama Societeit Harmonie di timur Benteng Vastenburg dan di selatan Kali Pepe. Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan pendiri komunitas Solo Societeit, menjelaskan sebelumnya Societeit Harmonie adalah sebuah losmen.

Sebagaimana Societeit pada umumnya, tempat tersebut digunakan untuk pesta minum, permainan biliar, kartu, dansa, dan pesta topeng. Societeit yang terletak di kampung ini semula hanya terbuka untuk orang Eropa. Seiring berjalannya waktu, Societeit Harmonie terbuka untuk bangsawan pribumi.

Societeit Habipraya

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, setelah Societeit Harmonie dibangun, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat membangun Societeit Habipraya atau Societeit Habiprojo.

Pada mulanya, Habipraya adalah organisasi priyayi di Solo. Organisasi ini membutuhkan ruang pertemuan. Maka dari itu, Paku Buwono X memerintahkan pendirian gedung pertemuan di utara Singosaren pada 1910. Gedung Habiprojo sudah tidak ada.

Gedung ini juga digunakan untuk perkumpulan organisasi sosial dan partai politik . Pada 23 Desember 1933, para jurnalis membentuk Persatoean Djoernalis Indonesia (Perdi) di gedung ini. Dokter Soetomo mendeklarasikan Partai Indonesia Raya (Parindra) di gedung ini juga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini