Share

Misteri Trowulan, Sejak Kapan Jadi Ibu Kota Kerajaan Majapahit?

Tim Okezone, Okezone · Rabu 11 Agustus 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 337 2453877 misteri-trowulan-sejak-kapan-jadi-ibu-kota-kerajaan-majapahit-ZKpj02kw5c.jpg Raja Majapahit pertama, Raden Wijaya (foto: ist)

ASAL-USUL Majapahit disebutkan dalam kitab Pararaton dan Nagarakretagama diawali dengan pembukaan hutan Trik, yang terletak di Delta Sungai Brantas oleh Raden Wijaya. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1293 M.

Hutan yang semula banyak ditumbuhi pohon maja tersebut kemudian berkembang menjadi perkampungan yang dihuni oleh orang Madura dan orang Tumapel. Demikian dikutip dari buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014.

Baca juga:  Kerajaan Majapahit Selamat dari Perang Paregreg, tapi Ini yang Menghancurkannya

Daerah tersebut menjadi tempat yang subur, dengan tanaman-tanaman seperti bunga pucung, pinang, kelapa, pisang, serta persawahan. Majapahit merupakan kelanjutan dari kerajaan Singasari, yang tercermin dari nama abhiseka Raden Wijaya ketika naik tahta, yaitu Kertarajasa Jayawardana.

Nama tersebut terdiri dari 4 kata yaitu kerta, rajasa, jaya, wardhana. Keempat kata yang dapat dihubungkan dengan nama raja-raja Singasari sebagai leluhur Raden Wijaya yaitu Kertanegara, Rajasa (Ken Angrok), dan Jayawisnuwardana.

Baca juga: Kisah Stutterheim, Kepala Arkelog Belanda yang Telusuri Kerajaan Majapahit

Misteri mengenai Trowulan tampaknya belum terkuak. Pasalnya, belum terungkap alasan perpindahan pusat atau cikal bakal kerajaan Majapahit dari hutan Trik (dari data toponim diperkirakan berada Dusun Medowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur) ke Trowulan, dan kapan peristiwa perpindahan itu terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh Kusumohartono di situs Medowo menghasilkan temuan berupa fragmen tembikar, bata, keramik asing, bandul jala, mata uang, alat logam, alat batu, dan tulang yang tersebar di area yang cukup luas.

Data-data tersebut mengindikasikan bahwa situs Medowo pernah berfungsi sebagai lokasi pusat suatu kegiatan pada periode Indonesia kuno yang sejaman dengan fase Majapahit.

Menurut Wibowo (1980), ada dua kemungkinan tentang perpindahan pusat Majapahit dari Medowo ke Trowulan. Kemungkinan pertama adalah luas alasing Trik yang diminta oleh Raden Wijaya dari Jayakatwang untuk dibuka menjadi pemukiman baru meliputi daerah Tarik di tepi Sungai Brantas terus ke arah selatan dan barat daya hingga daerah Trowulan sekarang.

Kemungkinan kedua, pemukiman baru Raden Wijaya dalam perkembangan selanjutnya meluas hingga mencapai puncak jayanya di Trowulan. Keyakinan bahwa Trowulan adalah ibukota Majapahit diperoleh dari catatan Prapanca yang menyebutkan bahwa Raja Hayam Wuruk melakukan perjalanan ke daerah-daerah bawahan yang diawali dan diakhiri di daerah Trowulan.

Selain itu dugaan tersebut juga diperkuat dengan banyaknya temuan, baik berupa bangunan-bangunan candi, gapura, saluran air dan dam, umpak, pondasi bangunan, prasasti serta beberapa perabot seperti gerabah, patung, dan perhiasan. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini