Share

KUA Tidak Lagi Cetak Kartu Nikah Fisik, Tinggal Habiskan Sisa Stok

Widya Michella, MNC Media · Selasa 10 Agustus 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 337 2453619 kua-tidak-lagi-cetak-kartu-nikah-fisik-tinggal-habiskan-sisa-stok-aDlf1mUNOU.jpg Ilustrasi kartu nikah digital. (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Penerbitan kartu nikah fisik sudah distop oleh Kementerian Agama (Kemenag). Sebagai gantinya, Kemenag telah meluncurkan kartu nikah dalam bentuk digital yang telah berlaku di seluruh KUA di Indonesia sejak akhir Mei 2021.

Hal ini sesuai dengan Surat Ditjen Bimas Islam B-2361/Dt.III.II/PW.01/07/2021 terkait Penggunaan Kartu Nikah Digital yang ditandatangani Plt. Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam, Muhammad Adib Machrus.

“Dalam Surat Edaran Ditjen Bimas Islam tersebut dimana mulai Agustus 2021 Kemenag tidak lagi menerbitkan kartu nikah secara fisik. Sementara kartu nikah fisik yang tersisa akan kita habiskan," ujar Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana dan Sistem Informasi KUA Kemenag RI, Jajang Ridwan, Selasa (10/8/2021).


Baca juga: Viral Video Perkelahian Remaja Putri di Parepare


Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas hingga 3 Km

 

Ia menyampaikan Kemenag sudah tidak lagi mengganggarkan kartu nikah secara fisik. Namun calon pengantin (Catin) masih bisa mendapatkannya jika stok di daerah masih ada.

"Jadi kita sudah tidak mencetak lagi pengadaan kartu nikah secara fisik yah penganggaran tapi stok di daerah masih ada. Jadi bagi masyarakat yang masih memerlukan kartu nikah fisik selagi persediaannya ada di wilayah itu bisa mengajukan permohonan kepada KUA nanti diinventarisir dan dihimpun di kabupaten kota oleh Kasie Bimas Islam," jelas Jajang saat dihubungi MPI, Selasa,(10/08/2021).

Dia menjelaskan, kartu nikah digital sendiri hanya sebagai tambahan untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen dengan persyaratan catatan pernikahan. Buku nikah tetap diberikan bukti fisik karena menjadi dokumen resmi pasangan yang baru menikah.

"Juga regulasi kartu nikah ini dokumen nikah dalam bentuk digital hanya sebagai dokumen tambahan saja yang menjadi kedudukannya adalah buku nikah itu sendiri jadi kalau terjadi perceraian nanti di pengadilan apa yang mau disita. Tapi ke depan buku nikah akan kita sederhanakan,"jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini