Kisah Tewasnya Untung Surapati di Pangkuan Anaknya Sendiri yang Jadi Mata-Mata VOC

Tim Okezone, Okezone · Selasa 10 Agustus 2021 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 337 2453320 kisah-tewasnya-untung-surapati-di-pangkuan-anaknya-sendiri-yang-jadi-mata-mata-voc-yzdSdKmLUW.jpg Untung Suropati (foto: Istimewa)

PERKAWINAN secara sembunyi-sembunyi antara Untung Surapati dan Suzanna Moor ternyata tak bisa disembunyikan lagi. Ayah Suzanna yang sekaligus majikan Surapati pun murka. Surapati ditahan, dan dijatuhi hukuman mati, hingga akhirnya bisa meloloskan diri dari penjara, dan menjadi pengacau keamanan di daerah-daerah sekitar Batavia.

Namun, Suzanna dengan kondisi hamil diusir oleh ayahnya. Terlebih, setelah ayahnya bermaksud menikahkan Suzanna dengan relasi-relasinya, namun masih seperti dulu tetap saja ditolak anaknya. Ditambah terbetik kabar, Surapati menyerahkan diri dan kemudian berkarir militer sebagai tantara VOC, Tuan Moor lantas memutuskan memulangkan anak semata wayangnya ke Belanda.

Baca juga:  Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Bantai Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur

Suzanna pun meninggal dunia saat melahirkan dalam perjalanan naik kapal dari Hindia ke Belanda. Singkat cerita, anak itu diberi nama Robert, dan dibesarkan keluarga van Reijn. Hidup di Belanda, Robert barulah tahu kalau van Reijn bukanlah orang tuanya setelah mereka wafat. Ada surat dari mendiang ibunya, yang diperuntukkan bagi Robert setelah dewasa. Hal itu dilansir dari indonesia.go.id.

Merasa frustasi karena sejak kecil sering diolok-olok memiliki kulit berbeda dengan teman-teman Eropa-nya, juga karena merasa sebatang kara setelah tahu keluarga van Reijn hanyalah keluarga angkat semata, Robert memutuskan bertolak ke Batavia dengan cita-cita menjadi tantara VOC.

Baca juga:  Di mana Jasad Untung Surapati, Dikubur atau Dibuang ke Laut?

Untung Surapati akhirnya berhasil mendirikan kerajaan kecil di Pasuruan. Ia memerintah di daerah itu dengan gelar Raden Wiro Negoro.

Robert sebagai tentara VOC di Tanah Hindia, suatu ketika ditugaskan menjadi mata-mata ke Jawa Timur. Namun sayangnya karena kurang hati-hati, Robert akhirnya tertangkap pasukan Surapati. Robert ditahan dan kemudian diantar ke hadapan Surapati.

Ketika baju Robert digeledah ditemukan secarik surat, lukisan perempuan, dan belahan uang perak. Itulah belahan uang logam yang diberikan Surapati dahulu kepada Suzanna, sebagai simbol cinta kasih mereka yang abadi dan tak terpisahkan. Belahan satunya selama ini juga masih disimpan Surapati.

Sementara lukisan perempuan di kertas lusuh itu adalah sosok perempuan yang selama ini sangat dicintainya, Suzanna Moor. Segera maklumlah Surapati, bahwa Robert adalah anaknya sendiri.

“Itu dia potongan dari pada satu duit-duitan yang aku kasih mamamu sepotong dan aku simpan sepotong. Lihatlah, potongannya. Lihat kalau aku sambung cocok sekali.”

 Baca juga: Kisah Untung Surapati dengan Gusik Kusumo Putri Kerajaan Mataram Dikejar VOC

Robert pun menunduk, ia harus mengakui bahwa orang yang di depannya, yang ia sebagai tentara ditugaskan untuk memata-matainya, ialah bapak kandungnya, Untung Surapati. Dari pembicaraannya dengan anaknya pula, Surapati akhirnya juga tahu bahwa Suzanna tidak pernah menikah lagi hingga akhir hayatnya.

“Sesudahnya engkau lahir, apakah mamamu kawin lagi dengan Tuan Ajudan Kuffeler?” tanya Surapati.

“Jangan bicara begitu. Aku punya mama bersetia seumur hidupnya dengan laki-laki yang sekali dicintainya, yang diakuinya sebagai suaminya yang sah! Sekalipun mamaku tidak pernah kawin lagi,” demikian jawab Robert.

Ingin membalas budi semua kebaikan hati kekasihnya Suzanna, Surapati menumpahkan rasa kasihnya kepada anaknya Robert. Ia menawarkan pada Robert untuk membantunya melaksanakan cita-citanya, yaitu membangun persekutuan antara Surapati dan VOC. Atau jika hal itu tidak mungkin diwujudkan, ia mengajak Robert turut bertempur dengan ayahnya melawan VOC.

Selain itu, Surapati juga menawarkan posisi putra mahkota kepada Robert sebagai pengganti dirinya kelak dan menjadi raja di Pasuruhan.

Hati Robert terbelah. Namun ternyata unsur Belanda lebih keluar sebagai pemenang dibandingkan unsur bumiputra dalam darah dan jiwanya.

“Bapak, jika aku terima permintaanmu, maka sama saja aku berkhianat pada negeriku. Aku bersumpah tetap setia pada ayah punya musuh, aku tidak boleh berkelahi dengan saudara-saudaraku, anak dari satu bendera Belanda.”

Ya, saat terjadi pertempuran antara pasukan Surapati dengan VOC di sekitar Bangil, Robert diam, atau lebih tepatnya sekadar melihat saja di samping ayahnya, saat sang ayah kandungnya bertempur menghadapi gempuran pasukan VOC dan menikamnya secara bertubi-tubi.

Surapati terluka parah dan menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan anaknya sendiri, buah cinta kasih antara dia dan Suzanna Moor. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini