Kisah Majapahit Menjalin Persahabatan dengan Kerajaan China hingga India

Tim Okezone, Okezone · Selasa 10 Agustus 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 337 2453300 kisah-majapahit-menjalin-persahabatan-dengan-kerajaan-china-hingga-india-jH5Vn8zDUc.jpg Foto: Illustrasi Sindo

MAJAPAHIT pada abad XII - XV Masehi merupakan sebuah negara adidaya dan adikuasa di kawasan Asia Tenggara, yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi orang-orang asing untuk mengunjunginya.

Pengertian orang asing disini adalah orang yang datang dari daerah lain yang mempunyai raut wajah yang berbeda dengan raut wajah orang Majapahit. Demikian dikutip dari buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014.

Baca juga:  Mahapatih Gajah Mada Pilih Bertapa Usai Lepas Jabatan di Majapahit

Kedatangan orang-orang asing tersebut tentunya mempunyai berbagai macam tujuan antara lain untuk berdagang. Data arkeologi seperti prasasti, naskah kuno, dan berita asing memberikan informasi yang banyak mengenai keberadaan beberapa orang asing di Majapahit.

Selain data arkeologi tersebut di atas data arkeologi berupa arca batu, maupun terakota juga dijumpai adanya penggambaran orang asing di Majapahit. Sumber tertulis yang paling awal pada masa Majapahit yang menyinggung mengenai keberadaan orang-orang asing adalah Prasasti Balawi (1305 M.).

Baca juga: Cerita Suram Kerajaan Majapahit, Keturunan Hayam Wuruk Berebut Tahta Raja

Prasasti Balawi atau Prasasti Kertarajasa merupakan prasasti koleksi Museum Nasional Jakarta berasal dari daerah Trowulan, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis menggunakan huruf dan bahasa Jawa Kuno.

Pada prasasti ini disebutkan adanya orang asing dari Keling, Arya, Singhala, Karnnataka, Bahlara, Cina, Campa, Mandikira, Remin, Khmer, Bebel, dan Mambaŋ.

Selain Prasasti Balawi, pada Kakawin Nagarakrtagama (1365 M) digambarkan kegiatan perdagangan yang melibatkan para pedagang asing, dan suasana pasar ketika para pedagang asing melakukan transaksi dagang.

Selain itu, dalam Kakawin Nagarakrtagama pupuh XV/1 juga disebutkan persahabatan antara Majapahit dengan negara-negara asing yaitu:

“...nakan/lwir ning deçantara kacaya de çri narapati, tuhun/tang syangkayodyapura kimutang dharmmanagari marutma mwang ring rajapura nuniweh sinhanagari, ri campa kambojanyat i yamana mitreka satata...”.

Dalam pupuh XV/1 ini disebutkan negara-negara asing dari Syangkayodyapura, Dharmmanagari, Marutma, Singhanagara, Campa, Kamboja,

Majapahit juga mengikat hubungan persahabatan dengan Jambudwipa, Kamboja Cina, Yamana, Campa, Karnnataka, Goda, dan Siam. Para tamu asing yang mengarungi lautan bersama para pedagang, resi, dan pendeta merasa puas dan senang menetap di Majapahit, sebagaimana digambarkan dalam pupuh LXXXIII/4: yaitu

“...hetunyanantara sarwwajana tka sakenanyadeça prakirnna nang jambudwipa khamboja cina yamana len/cempa kharnnatakadi, goda mwang syangka tang sankanika makahawan/putra milwina wanika sök, bhiksu mwang wipra mukyan hana tka sinuman/bhoga trstan pananti...”

Artinya kurang lebih yaitu “...itulah alasannya mengapa tanpa henti semua orang datang dari negara lain tak terkecuali dari Jambudwipa (India), Kamboja, Cina, Yamana (Annam), serta Campa, Karnnataka (India Selatan), Goda (Gauri), dan Syangka (Siam) yang berangkat dari tempat asalnya dengan naik kapal bersama-sama dengan pedagang. Kaum bhiksu dan wipra juga berkunjung ke sini (Majapahit). Pada saat kedatangannya, mereka disambut dengan baik dan hangat...”

Selain berhubungan dagang dan menjalin persahabatan dengan negara-negara asing, sejarah berdirinya Majapahit juga tidak lepas dari keberadaan orang-orang Tatar. Tujuan orang-orang Tartar datang ke Pulau Jawa adalah untuk menghukum Raja Jawa yaitu Kertanegara, yang telah melukai wajah utusan Kaisar Kublai Khan. Pada Kitab Pararaton disebutkan cerita Raden Wijaya yang bersekutu dengan tentara Tartar untuk melawan Jayakatwang di Daha. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini