Share

BNPB: 193 Jiwa di 4 Desa Terdampak Banjir Seram

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 09 Agustus 2021 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 337 2453178 bnpb-193-jiwa-di-4-desa-terdampak-banjir-seram-aSBTQRXpXX.jpg Kondisi terkini banjir di Seram (Foto: BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapatkan laporkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur bahwa sebanyak 193 jiwa di 4 desa terdampak banjir di Seram, antara lain Desa Atiahu, Desa Naiwel Ahinulin, Desa Abuleta, dan Desa Sabuai.

Hujan dengan intensitas tinggi dan sistem drainase yang buruk menyebabkan meluapnya sungai Wayaiya, sungai Waidala, sungai Fos, dan sungai Abuleta. Hal ini yang menjadi pemicu banjir yang terjadi pada Jumat 6 Agustus 2021 Pukul 14.50 WIT.

Banjir juga mengakibatkan sejumlah rumah dan fasilitas umum terendam, antara lain 43 unit rumah, 1 unit posyandu, 1 unit Kantor UPTD Pertanian, 1 Gedung Balai Desa, 1 unit Gereja Katolik Santa Maria. dan 1 unit Sekolah SMA Negeri 12 Seram Bagian Timur terendam dengan ketinggian berkisar 50 hingga 70 cm.

Baca juga: Kasus Corona Bertambah 20.709 Orang, Ini Sebarannya di 34 Provinsi

Kepala Kedaruratan BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur Yus Pawae, menyampaikan bahwa Kondisi terkini dilaporkan banjir sudah surut. “Banjir saat ini sudah tertangani, dan sudah surut,” kata Yus Pawae dalam keterangan yang diterima, Senin (9/8/2021).

Yus menambahkan, upaya penanganan darurat untuk mengantisipasi banjir susulan sudah dilakukan dengan membersihkan saluran drainase dan membuat galian saluran air untuk mencegah luapan air masuk ke pemukiman penduduk.

“Kami sudah melakukan upaya dengan mengerahkan alat berat untuk pembersihan dan pembuatan saluran air untuk mencegah luapan air masuk ke pemukiman penduduk,” kata Yus Pawae.

Baca juga: Saat Kepala BNPB Bertanya ke Siswa: Mengapa Mau Divaksin?

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Maluku untuk langkah penanganan lebih lanjut untuk berupaya menyiapkan langkah mitigasi awal dan melakukan verifikasi di lapangan.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tiga hari kedepan mulai Senin (9/8) hingga Rabu (11/8), wilayah Provinsi Maluku secara umum didominasi dengan kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Menurut kajian dari InaRISK, Provinsi Maluku memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Kepala BNPB Terkesan Dapur Umum di Riau Bantu Warga Terdampak Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini