Mahfud Sebut Parpol Diperlukan untuk Kontrol Kekuasaan

Widya Michella, MNC Media · Minggu 08 Agustus 2021 05:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 08 337 2452544 mahfud-sebut-parpol-diperlukan-untuk-kontrol-kekuasaan-LFPVBZlB32.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Dok Kemenko Polhukam)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pentingnya keberadaan partai politik (parpol) dalam kehidupan bernegara.

"Pertama, parpol didirikan untuk memperjuangkan kebaikan bagi bangsa dan negara, oleh sebab itu orang-orangnya harus baik. Kedua, untuk bisa berjuang parpol itu harus punya banyak pengikut,โ€ ujar Mahfud, Sabtu (7/8/2021).

Ditambah dengan banyaknya kader partai politik yang tersandung kasus korupsi membuat publik pesimistis dengan parpol. Meski begitu, menurutnya, negara demokrasi konstitusional tetap harus memiliki lembaga perwakilan atau parlemen. Parlemen yang baik harus diisi parpol.

"Partai politik kerap dituding menjadi sarang koruptor dan penyebab carut marut situasi politik. Karena itu, muncullah suara-suara yang menginginkan Indonesia tanpa partai politik. Tapi bagaimanapun, partai politik tetap diperlukan untuk melakukan kontrol terhadap kekuasaan itu jauh lebih baik dibandingkan negara yang tidak punya parpol," tutur Mahfud.

Oleh karena itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) saat memberikan pengarahan pada 1.200 orang dalam Sekolah Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkatan kedua berharap PSI bisa mempertahankan idealisme sebagai parpol, misalnya tetap melakukan perekrutan calon anggota legislatif secara terbuka, tanpa mahar, dan melibatkan ahli sebagai tim panelis independen.

Baca Juga : Dialog Lintas Agama, Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Terbuka Tampung Aspirasi Masyarakat

โ€œTolong, jaga idealisme ini. Saya dulu ikut mendorong berdirinya PSI, saya akan dukung dan turut mendoakan agar partai ini mencetak calon-calon anggota legislatif yang kompeten dan berintegritas. Kompeten, dia mampu bekerja, mengerti masalah ketatanegaraan, mengerti politik, sosiologi dan kebutuhan rakyat. Lalu berintegritas, dia jujur, niatnya baik, dan tidak koruptif,โ€ tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini