Share

Kasus Covid-19 di Luar Jawa Meningkat, Jokowi Minta Kepala Daerah Rem Mobilitas Masyarakat

Widya Michella, MNC Media · Minggu 08 Agustus 2021 00:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 08 337 2452524 kasus-covid-19-di-luar-jawa-meningkat-jokowi-minta-kepala-daerah-rem-mobilitas-masyarakat-oPPi2oGooX.jpg Presiden Jokowi (tangkapan layar Youtube Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kenaikan kasus virus corona (Covid-19) di luar Jawa-Bali. Berdasarkan data per awal Agustus, kasus positif di luar Jawa-Bali melonjak menjadi 44% dari kasus nasional.

"Selama dua minggu terakhir ini saya melihat tanggal 25 Juli 2021 di luar Jawa-Bali berkontribusi 13.200 kasus atau 34% dari kasus baru secara nasional. Tetapi lihat per 1 Agustus naik menjadi 13.589 atau 44% dari total kasus baru secara nasional," ujar Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas evalusi perkembangan dan tindak lanjut PPKM level 4 secara daring, Sabtu (7/8/2021)

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak khususnya pemerintah daerah di luar Jawa-Bali untuk menerapkan tiga hal, yaitu penurunan mobilitas, testing dan tracing serta penambahan ruangan isolasi terpusat.

"Apa yang harus kita lakukan pertama ada tiga hal penting. Pertama yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat kalau kasusnya gede seperti ini itu mobilitas masyarakat direm. Yang pertama yang paling penting ini Gubernur semua harus tahu Pangdam, Kapolda semua harus tahu artinya mobilitas masyarakat manusianya yang direm paling tidak 2 minggu,"jelasnya.

Kedua, Jokowi meminta Panglima TNI yang berkaitan dengan testing dan tracing agar segera ditemukan pasien positif. "Segera temukan respons secara cepat karena ini berkaitan dengan kecepatan. Kalau ndak orang yang punya kasus positif udah ke mana-mana nyebarin segera temukan," ujarnya.

Baca Juga : Tanpa Turun dari Mobil, Jokowi Bagi-Bagi Sembako di Terminal Tanjung Priok

Yang ketiga, Jokowi meminta masyarakat dirawat di isolasi terpusat (isoter).

"Ini tugasnya gubernur, bupati, wali kota untuk menyiapkan isolasi terpusat di kota masing-masing bisa jumlahnya 1 bisa 2 atau 10 bisa memakai sekolah saya lihat beberapa provinsi di Jawa memakai sekolah, Balai dan gedung-gedung olahraga diberi tempat tidur yang nyaman," katanya.

Tidak lupa Presiden Jokowi meminta kepada Menteri PUPR membantu daerah dalam rangka penyiapan isoter dalam merespons angka-angka kasus covid-19 di Indonesia.

"Juga libatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini terutama dalam penanganan pasien bisa kalau di jauh ini ada yang lewat telemedicine. Kalau enggak ya lewat telepon pun enggak apa-apa ini untuk mengurangi angka kematian yang ada," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini