Narkoba di Dalam Lapas, Bukan Napinya Dipindah tapi Pengawasannya Diperketat

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Sabtu 07 Agustus 2021 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 337 2452218 narkoba-di-dalam-lapas-bukan-napinya-dipindah-tapi-pengawasannya-diperketat-OGmTLEoPyV.jpg Arman Depari (Foto : MPI)

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai pemindahan narapidana kasus narkoba ke Lapas Nusakambangan bukan solusi terbaik untuk memberantas bisnis haram tersebut. Pasalnya, bila tidak ada pengendalian ketat di Lapas, narapidana masih leluasa memainkan bisnis tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari mengatakan, pemindahan narapidana tersebut hanya menghabiskan anggaran. Sebab, masih banyak temuan peredaran telepon genggam, sehingga narapidana bebas mengendalikan bisnis narkoba meski berada dibalik jeruji besi.

"Karena kan selama ini yang terjadi napi masih bisa mengendalikan narkoba. Jadi bukan napinya yang dipindahkan, namun pengawasan yang lebih diperketat," katanya, Jumat (6/8/2021).

Dikatakan Arman, pemindahan tersebut baru dapat dianggap berhasil memutus mata rantai bisnis haram tersebut, mana kala di dalam Lapas Nusakambangan narapidana benar-benar tidak mendapatkan akses telepon genggam.

"Jika sampai disana (lapas Nusakambangan) tidak lagi bisa berkomunikasi dan betul-betul stop aktivitasnya, baru pemindahan bisa dikatakan efektif, sehingga bisnis mengedarkan dan mengendalikan narkoba, cuma nyatanya kan?," ujarnya.

Baca Juga : Kemensos Fasilitasi Pengasuhan Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Menurutnya, hanya satu cara dalam memutus mata rantai peredaran narkoba yang dikendalikan narapidana dari balik jeruji besi yakni dengan pengawasan ekstra ketat. Alhasil, jika upaya tersebut dapat dilakukan maka dipastikan peredaran narkoba di Indonesia mudah diatasi.

"Tapi bila dipindahkan kemana pun dan mampu berkomunikasi, maka narapidana masih bisa mengendalikan orang-orang diluar, untuk membantu dia, saya kira percuma," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Lapas Kelas 1 Cipinang, memindahkan narapidana kasus narkoba ke Lapas Nusakambangan, Senin 19 Juli 2021. Pemindahan narapidana itu mengacu pada surat dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta, Nomor: W.10.PK.01.01.02-519 tanggal 19 Juli 2021.

"Dua narapidana kasus narkoba yang telah dipindahkan yaitu AA dan RG,” kata Kalapas Kelas I Cipinang, Tonny Nainggolan.

Menurutnya, pemindahan narapidana kasus narkoba ke Lapas Nusakambangan merupakan bentuk komitmen perang melawan narkoba, sepanjang 2020 hingga Mei 2021 Pemasyarakatan juga telah berhasil menggagalkan 286 kasus penyelundupan narkoba ke dalam lapas dan rumah tahanan negara (rutan) yang dilakukan dengan berbagai modus. Adapun total narapidana yang telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan pada periode 2020 hingga saat ini berjumlah 671 orang dari kategori bandar narkoba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini