Kemensos Fasilitasi Pengasuhan Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 07 Agustus 2021 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 337 2452213 kemensos-fasilitiasi-pengasuhan-anak-yang-kehilangan-orangtua-akibat-covid-19-y0xsp7RREI.jpg Ilustrasi (Foto : Pemkot Bogor)

JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini menuturkan Kemensos melalui Balai/Loka Rehabilitasi Sosial dan Pendamping Rehabilitasi Sosial telah mendapatkan data laporan mengenai anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19. Dalam catatannya, ratusan anak menjadi yatim-piatu.

Dia menjelaskan, data by name by adress terbaru dari Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Jawa Timur menunjukkan bahwa terdapat 166 anak yang saat ini kehilangan orangtua karena Covid-19. Dari jumlah tersebut 12 anak menjadi yatim piatu, 58 anak menjadi piatu dan 89 anak menjadi yatim serta delapan anak sedang dalam konfirmasi.

Sebanyak 166 anak itu terbagi ke dalam tujuh kabupaten/kota di Jawa Timur. Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta, (DIY) terdapat 142 anak yang ditinggal oleh orang tuanya.

Adapun rinciannya sebanyak 19 anak kehilangan kedua orang tuanya, 92 anak kehilangan ayah dan 31 anak kehilangan Ibu. Terlaporkan juga sebanyak 10 orang dari 105 ibu hamil yang meninggal lantaran terpapar Covid-19.

"Sejauh ini data akurat by name by adress terkait anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19 masih dalam proses pengumpulan oleh tim kami di lapangan. Namun demikian, para pendamping juga telah melaksanakan respon kasus untuk anak-anak tersebut,” ujar Risma dalam keterangannya dikutip dari laman Kemensos, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: 523 Nakes di Jakarta Barat Sudah Dapat Vaksin Dosis Ketiga

Risma menambahkan, pihaknya telah memberikan respons terhadap anak-anak tersebut telah dilakukan secepat mungkin serta dalam kesempatan pertama. Menurutnya, Kemensos juga telah memberikan dukungan secara langsung melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar anak mulai dari bantuan obat-obatan, vitamin, tes swab/PCR, hingga vaksinasi, termasuk memberikan konseling kepada anak-anak dan keluarga.

Selanjutnya, untuk mencegah anak kehilangan hak pengasuhannya, pihaknya juga mereunifikasi anak dengan keluarga besarnya. Kemudian, turut memfasilitasi pengasuhan alternatif melalui pengasuhan oleh orang tua asuh.

"Kita sudah mereunifikasi salah seorang anak bernama Vino 10 Tahun yang tinggal di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dia menjadi yatim piatu karena orangtuanya meninggal terpapar Covid-19 demgan didampingi oleh Sakti Peksos dan Tim Respon Darurat Balai Budi Luhur Banjarbaru Vino berhasil dijemput oleh Kakeknya yang berasal dari Sragen untuk selanjutnya diasuh oleh keluarga besar,” tuturnya.

Risma menjelaskan, reufinikasi tak hanya dilakikan di Kutai Barat saja, melainkan wilayah lain seperti, Kutai Kartanegara, Samarinda, Sukoharjo, Purwakarta, Bekasi dan Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. "Tidak menutup kemungkinan kami juga akan merespon anak-anak di wilayah lainnya sesuai dengan laporan yang diterima,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini