Ini Pesan Perpisahan Sri Sultan HB IX kepada Soekarno-Hatta saat Pindah ke Jakarta

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 07 Agustus 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 337 2452130 ini-pesan-perpisahan-sri-sultan-hb-ix-kepada-soekarno-hatta-saat-pindah-ke-jakarta-6T8iXbb9kK.jpg Sri Sultan Hamengkubuwono IX (foto: Gahetna.nl)

17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta mengproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Dua hari setelah proklamasi, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengirim telegram ucapan selamat kepada para proklamator.

Tepat pada 5 September 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX bersama Paku Alam VIII, mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa daerah Yogyakarta adalah bagian dari wilayah Republik Indonesia. Yogyakarta dengan demikian resmi memasuki abad modernnya, dimana dia bukan lagi sebuah entitas negara sendiri, tetapi bagian dari negara republik.

Baca juga:  Saat Sri Sultan HB IX Hibahkan 6 Juta Gulden Ketika Keuangan Indonesia Terpuruk

Langkah Sri Sultan HB IX didukung sepenuhnya oleh rakyatnya, dikemudian hari dibuktikan dengan pengabdian yang total. Ketika negara yang baru lahir ini menghadapi tekanan dari pemerintah kolonial yang datang kembali, beliau mengundang para tokoh bangsa untuk pindah ke Yogyakarta. Sri Sultan HB IX menyatakan bahwa Yogyakarta siap menjadi ibukota negara Republik yang baru berdiri tersebut.

Baca juga:  Sultan dari Riau Pernah Menyumbang Rp1 Triliun untuk Indonesia, tapi Bukan Prank

Seperti dilansir dari dpad.jogjaprov.go.id yang bersumber dari kratonjogja.id. Peran Sri Sultan HB IX terhadap republik juga ditunjukkan melalui dukungan finansial. Selama pemerintahan republik berada di Yogyakarta, segala urusan pendanaan diambil dari kas keraton. Hal ini meliputi gaji Presiden/ Wakil Presiden, staff, operasional TNI hingga biaya perjalan dan akomodasi delegasi-delegasi yang dikirim ke luar negeri.

Sri Sultan HB IX sendiri tidak pernah mengingat-ingat berapa jumlah yang sudah dikeluarkan. Bagi beliau hal ini sudah merupakan bagian dari perjuangan. Bahkan beliau memberi amanat kepada penerusnya untuk tidak menghitung-hitung apalagi meminta kembali harta keraton yang diberikan untuk republik tersebut.

Pada tahun 1949 ketika Soekarno-Hatta beserta seluruh jajaran staff kabinet RI harus kembali ke Jakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyampaikan pesan perpisahan dengan sangat berat hati. “Yogyakarta sudah tidak memiliki apa-apa lagi, silakan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta,”. Demikianlah Sri Sultan HB IX menjalankan sabda pandita ratu-nya, sesuai telegram yang beliau kirim dua hari setelah proklamasi, bahwa beliau “sanggup berdiri di belakang pimpinan Paduka Yang Mulia”. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini