Niat Baik Disalahgunakan, Ini Kasus-Kasus Penipuan Berkedok Donasi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 06 Agustus 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 337 2451534 niat-baik-disalahgunakan-ini-kasus-kasus-penipuan-berkedok-donasi-FvgglaDpvm.jpg Ilustrasi. (Foto: Ist.)

JAKARTA - Situasi sulit yang sedang dihadapi belakangan ini telah meningkatkan rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat, yang berbuah dalam berbagai macam bentuk aksi sosial. Aksi-aksi sosial tersebut di antaranya seperti pemberian sumbangan, program donasi, atau penggalangan dana yang bertujuan untuk saling membantu warga yang terdampak.

Namun apabila dilihat dari kacamata lain, masih ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi. Dengan berkedok amal atau misi sosial, pelaku ini melakukan penipuan dengan menyalahgunakan kepercayaan masyarakat untuk memenuhi kepentingan personalnya. Berikut kasus-kasus penipuan sumbangan atau donasi:

BACA JUGA: Hati-Hati Ada Modus Penggalangan Dana untuk Palestina Bodong 

1. Penipuan Berdalih Donasi Mengatasnamakan Pemkot Malang 

Sempat beredar di Whatsapp pada (8/3/2021), pesan penipuan yang mengatasnamakan Staf Keuangan Pemkot Malang, Agus Budiono yang diinisiasi oleh seorang pelaku. Dilansir dari laman resmi Kominfo, dalam pesan tersebut sang oknum memberikan dana hibah sebagai bentuk donasi dari Pemkot Malang, kepada salah satu Tempat Pendidikan Alquran (TPQ). Padahal telah dikonfirmasi bahwa Pemkot sama sekali tidak memiliki program bantuan donasi untuk pesantren maupun TPQ. Hal ini secara jelas merupakan bentuk penipuan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nurwidianto meminta agar masyarakat selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan berdalih donasi.

2. Berkedok Sumbangan, Penipuan Ini Mengatasnamakan KPK 

Berdasarkan informasi dari Okezone.com, sempat heboh modus penipuan penggalangan dana atau permintaan sumbangan berkedok Wakaf Lailatul Qadar, yang mengutip nama lembaga serta para pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BACA JUGA: BIN Antisipasi Potensi Kerugian Negara dari Isu Sumbangan Rp2 T Akidi Tio 

Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan pada Minggu (9/5/2021) yang dikutip Okezone.com, bahwa telah dipastikan KPK tidak pernah bekerja sama dengan pihak lain terkait penggalangan dana. Selain itu, KPK secara kelembagaan maupun individu pimpinan, Dewan Pengawas (Dewas), hingga para pegawai, dilarang untuk meminta sumbangan. Mereka akhirnya mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, melakukan verifikasi ulang terkait kebenaran kepada pihak KPK, serta melaporkan ke aparat penegak hukum jika terdapat pihak yang mengaku bagian dari KPK dan kemudian meminta sumbangan.

3. Modus Sumbangan untuk Palestina

Dilansir dari Sindonews.com, Umi Pipik selaku istri almarhum Ustaz Jefri Al Buchori (Uje) mengungkapkan keresahannya yang hampir terkena modus penipuan sumbangan untuk Palestina, lewat unggahan akun Instagram (18/5/2021).

Foto pertama yang diunggah menampakkan kertas bukti transfer dari pengirim bernama M Febri Andika dengan penerima Pipik Dian Irawati, dengan jumlah transfer sebesar Rp5,5 juta. Foto kedua memperlihatkan foto dengan nama pengirim yang sama, namun penerima dan nomor rekening yang berbeda yakni atas nama Komnas Untuk Rakyat. Foto selanjutnya memperlihatkan isi chat berisi konfirmasi kesalahan transfer, yaitu yang seharusnya Rp 500 ribu menjadi Rp 5,5 juta. Foto terakhir yaitu gambar yang setelah dilacak merupakan hasil tipuan yang dibuat sang penipu. Ia pun mengimbau netizen untuk selalu waspada terhadap modus penipuan.

4. Penipu Berkedok Misi Sosial Mengatasnamakan Inul Daratista

Pada Juli 2020 lalu, artis Inul Daratista dibuat geram lantaran namanya dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksi penipuan. Modus ini dilakukan dengan cara pelaku menghubungi korban dengan mengutip nama Inul, dan meminta korban untuk menyetor sejumlah uang ke yayasan panti jompo.

Diketahui pelaku meminjam uang korban dengan kedok menolong panti jompo di Japanan, Jawa Timur dan mantan pembantu rumah tangga sang artis, sebesar Rp7,2 juta. Lantas Inul meluapkan amarah dan memberikan peringatan lewat akun Instagramnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini