Pandemi Covid-19, Mahfud MD Imbau Pemberitaan Media Berikan Motivasi Masyarakat

Tim Okezone, Okezone · Kamis 05 Agustus 2021 06:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 337 2451088 mahfud-md-imbau-pemberitaan-media-berikan-motivasi-masyarakat-di-tengah-pandemi-15pkH0IqBW.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: istimewa)

Menurutnya, sebagian besar sudah dilakukan take down, tapi hoax terus tumbuh, muncul setiap hari dan semakin banyak. Akibatnya, masyarakat yang menjadi korban.

“Nah, pada titik ini, peran teman-teman media sangat dibutuhkan, untuk mengimbangi dengan berita-berita yang kredibel dan mencerahkan publik. Jangan sampai justru tergoda untuk ikut membuat angle atau judul berita yang sensasional menyerupai hoax di medsos,” ujar Menko.

Mantan anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi yang juga hadir dalam pertemuan ini menegaskan, esensi dari kemerdekaan pers adalah pers mengatur diri sendiri.

“Pers bukan hanya membuat peraturannya sendiri, tapi juga menertibkan dirinya sendiri. Tapi kenyataannya, pers tidak sanggup mengatur diri sendiri” ujar mantan Ketua Umum IJTI ini.

Baca juga: Menko PMK: Obat Antivirus Covid-19 Jangan Hanya di RS, Harus Sampai ke Puskesmas

Meski begitu, Imam juga meminta pemerintah dan penegak hukum bersikap fair dalam menangani kasus sengketa pers.

"Mumpung ada Pak Mahfud, Mohon pak, saat ada kasus pers di mana Dewan Pers sudah menyelesaikan, tolong itu dihormati baik itu oleh polisi dan Kejaksaan. Karena kalau kemudian keputusan Dewan Pers tidak dihormati, maka Dewan Pers tidak punya kekuatan dirinya sendiri, mengatur masalah pers," tegas Imam.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Media Seber Indonesia (AMSI), Wenseslaus Manggut mengusulkan agar ada rapor yang dikeluarkan Dewan Pers secara rutin kepada media supaya berhati-hati dalam memproduksi konten berita.

Baca juga: HUT RI Ke-75 Saat Pandemi Covid-19, Tak Ada Perayaan, hanya Umbul-Umbul dan Bendera Merah Putih

"Saya kira yang relevan untuk internal industri media, mungkin memang perlu kita supaya ada rapor atau apa yang sifatnya mingguan. Mungkin dari dewan pers misalnya perlu didata temen-temen yang melanggar, tanpa menunggu pengaduan, karena kalau menunggu pengaduan prosesnya akan lama. Kalau tidak mengadu, teman-teman yang menulis salah, ya dia merasa aman-aman aja," ujarnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini