Soal Cat Pesawat Presiden, DPR: Bagus, Warnanya Melambangkan Bendera Negara

Kiswondari, Sindonews · Rabu 04 Agustus 2021 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 337 2451037 soal-cat-pesawat-presiden-dpr-bagus-warnanya-melambangkan-bendera-negara-hfQWIphtKL.jpg Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (Foto: DPR.go.id)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni tak mempersoalkan pengecatan pesawat dan helikopter kepresidenan. Menurutnya, pengecatan ini memang sudah dianggarkan sejak 2019 sebelum pandemi Covid-19. Untuk warnanya pun sudah tepat diubah menjadi merah putih mengingatkan warna bendera NKRI.

"Pengecatan pesawat ini memang sudah direncanakan sejak tahun 2019, anggaranya sudah disiapkan sejak lama. Namun, ada waktu interval yang ditentukan untuk mengecat ulang yaitu 7 tahun sekali, makanya baru bisa dilakukan tahun ini. Jadi, memang sudah jelas perencanaannya dan anggarannya sejak 2019, bukan dilakukan secara tiba-tiba," kata Sahroni dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

"Untuk warnanya pun juga seharusnya tidak dijadikan persoalan lagi ya, justru bagus digantinya menjadi merah putih. Warna yang melambangkan bendera negara kita," sambungnya.

Baca Juga:  Stafsus Mensesneg: Pengubahan Warna Pesawat Presiden Jangan Dipolitisir

Oleh karena itu, Sahroni menyayangkan jika pelaksanaan prosedur rutin ini justru disebut sebagai kegiatan penghamburan anggaran. Padahal, dalam mengalokasikan pengeluaran negara, tentu eksekutif dan legislatif telah sangat berhati-hati dan melewati proses yang panjang.

Pesawat presiden Foto: ist 

Untuk itu, Sahroni meminta agar pengecatan pesawat dan heli kepresidenan ini tidak perlu lagi dibesar-besarkan.

"Saya rasa biasa saja ya soal pengecatan pesawat kepresidenan ini, tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Lagipula untuk membahas anggaran ini kan sudah melewati proses panjang dan sangat berhati hati, jadi disayangkan jika langsung dinilainya penghamburan," ujarnya.

Baca Juga:  Heboh Ganti Cat Pesawat Presiden Rp2 M, Stafsus Mensesneg: Sudah Ada di APBN

Selain itu, Sahroni juga menyebut bahwa pengecatan ulang pesawat dan penanganan pandemi covid-19 adalah dua hal yang tidak berkorelasi, sehingga tidak bisa dikaitkan satu sama lain meskipun dilakukan di masa pandemi.

"Pengecatan pesawat dan pandemi Covid-19 ini dua hal yang berbeda. Jadi kalau mau menyampaikan kritik kan bisa ke isu-isu yang lebih strategis dalam program penanganan Covid-19 sendiri. Kalau soal pesawat sih itu kan untuk alasan keamanan. Sesuatu yang tentunya memang jadi perhatian kita semua," pungkas Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR ini.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini