Megawati "Semprot" Ganjar Pranowo soal Mitigasi Bencana

Felldy Utama, iNews · Rabu 04 Agustus 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 337 2451029 megawati-semprot-ganjar-pranowo-soal-mitigasi-bencana-SjnndgGRs5.jpg Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Ist)

JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan peringatan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait mitigasi bencana alam di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Megawati dalam acara peluncuran Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi yang digelar DPP PDIP secara virtual.

Baca Juga:  Megawati: Bukan Sombong, Saya yang Buat BMKG, BNPB, BNN, hingga KPK

Dalam kaitan ini, Megawati mengingatkan potensi banjir rob akibat kenaikan air laut. Dia memperingatkan Ganjar agar membenahi Kota Semarang yang berada di pinggir laut.

"Tadi sekilas saya lihat ada Pak Ganjar. Ini kalau masih mendengarkan saya, nah iki (nah ini) itu kan dari awal kamu saya jadikan (Gubernur), kamu kan sudah pernah saya omongi kan wlah wleh wlah wleh urusan pelabuhan Semarang dan sebagainya," kata Mega dalam arahannya, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Ketika Megawati Curhat Mengaku Capek Jadi Ketum PDIP

Mengenai masalah bencana ini, Megawati mengaku berani menegur langsung Ganjar sebagai kepala daerah. Sebab, bagaimana pun posisi Ganjar merupakan anak buahnya sendiri di partai.

"Saya kalau sama anak buah saya, wani aku (berani aku). Tapi kalau sama yang lain, sorry, saya nanti dianggap apa," ujarnya.

Megawati mengingatkan Ganjar potensi banjir rob di Semarang. Lantas ia juga mengungkit prediksi yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden apabila Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun.

"Tuh, gimana tuh Semarang. Karena saya bilang, mengko yen wes enek rob nangis melulu (nanti kalau sudah ada banjir rob entar nangis). Nggak dah. Tapi kan enggak bisa kalau nanti kewenangan daerah itu hanya sampai di situ," tutur dia.

Menurut dia, dalam penyelesaian persoalan kebencanaan ini, semua pemegang kewenangan harus bisa mencari inisiatif. Konektivitas pusat dan daerah diperlukan karena kewenangan daerah yang terbatas.

"Kan berarti koneksitasnya harus kepada pusat. Itu yang tadi saya bilang, ini seluruh pemegang kewenangan di republik ini ayok mencari inisiatif supaya kita jangan dibilang, enak aja 10 tahun lagi kita akan tenggelam. Astagfirullah, aku sampai bingung lho," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini