Cerita Majapahit Serang Lumajang Demi Air di Ranu Klakah

Tim Okezone, Okezone · Kamis 05 Agustus 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 337 2451011 cerita-majapahit-serang-lumajang-demi-air-di-ranu-klakah-qVFby4HbxF.jpg Danau Ranu Klakah (foto: Pemkab Lumajang)

HUBUNGAN antara Majapahit dan Lumajang secara eksplisit dapat diketahui dari sumber susastra Kitab Nagarakretagama.

Seperti terungkap dalam buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", Penerbit Kepel Press, 2014, pada pupuh XVII/7 disebutkan bahwa :

Baca juga:  Cerita Suram Kerajaan Majapahit, Keturunan Hayam Wuruk Berebut Tahta Raja

”Pada Tahun Saka : seekor-naga-menelan-bulan (1281) di Badrapada bulan tambah, Sri Nata pesiar keliling seluruh Negara menuju kota Lumajang. Ia naik kereta diiring semua raja Jawa serta permaisuri dan abdi Menteri, tanda, pendeta, pujangga, semua para pembesar ikut serta”.

Selanjutnya, pada Pupuh XLVIII/2 dijelaskan bahwa :

Baca juga: Raja Majapahit Hayam Wuruk Selalu Berbakti kepada Leluhur, Blitar Jadi Saksinya

“Tersebut pada tahun Saka mukti-guna-memaksa-rupa (1238) bulan madu, Baginda Jayanagara berangkat ke Lumajang menyirnakan musuh. Kota Pajarakan dirusak, Nambi sekeluarga dibinasakan giris miris segenap jagad melihat keperwiraan Sri Baginda”.

Atas dasar sumber susastra tersebut, rupa-rupanya untuk menguasai wilayah-wilayah di Jawa Timur pun Majapahit harus melakukan intervensi-intervensi, bahkan ada pula yang harus ditempuh dengan peperangan seperti yang dilakukan terhadap Nambi untuk merebut daerah Lumajang.

Baca juga:  Cerita Kerajaan Majapahit: Kalung Anjing pun dari Emas

Setelah tahun Saka 1238 Lumajang ditaklukkan, pada tahun Saka 1281 atau 43 tahun kemudian Lumajang yang telah menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit dikunjungi oleh Sri Nata dari Majapahit.

Mengapa Lumajang harus dikuasai? Potensi sumberdaya alam seperti beberapa danau atau ranu yang ditemukan di Lumajang serta hutan tropis yang ada di kawasan Gunung Lamongan merupakan satu ekosistem yang sangat kaya, yang dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan penguasa yang mampu mengelolanya.

Salah satu sumberdaya alam tersebut adalah Ranu Klakah, danau dengan daya tampung yang besar serta mampu mengaliri sungai sepanjang puluhan ribu kilometer. Keberadaan dan potensi Ranu Klakah tidak hanya bermanfaat bagi manusia yang tinggal di sekelilingnya.

Debit air yang cukup signifikan bagi kehidupan manusia, terutama untuk keperluan irigasi bagi lahan-lahan pertanian yang dapat dijangkau oleh aliran air tersebut, merupakan salah satu alasan mengapa Ranu Klakah dan lingkungan sumberdaya alam yang ada di sekitarnya perlu dikuasai. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini