Angka Testing Covid-19 di Indonesia Turun Minggu Ini, Berikut Paparannya

Riezky Maulana, iNews · Rabu 04 Agustus 2021 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 337 2450999 angka-testing-covid-19-di-indonesia-turun-minggu-ini-berikut-paparannya-yutYqFFG3Y.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tirmidzi menuturkan bahwa angka testing rate Indonesia mengalami penurunan sebesar 0,2 persen dalam satu minggu terakhir. Dimana pada pekan lalu tercatat di angka 4,03 per 1.000 orang.

"Kita lihat testing rate nasional saat ini berada pada angka 4,01 per 1.000 penduduk. Angka ini turun sedikit dibandingkan minggu lalu yang mencapai 4,03 per 1.000 penduduk," jelas Nadia dalam konferensi pers PPKM, Rabu (4/8/2021).

Lebih lanjut Nadia memaparkan, terdapat tiga provinsi yang belum mencapai target testing berstandar WHO, ketiganya adalah Lampung, Maluku, dan NTB. Adapun syarat testing rate yang ditetapkan WHO adalah 1 per 1.000 penduduk.

"Terkait testing rate masih ada tiga provinsi yang belum mencapai target testing yaitu Provinsi Lampung, NTB, dan Maluku," ujarnya.

Dia memastikan, pemerintah terus memantau data pergerakan penduduk selama penerapan PPKM berlevel. Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan, terdapat peningkatan pergerakan masyarakat akibat adanya pelonggaran.

"Pemantauan pergerakan penduduk menggunakan data Google Mobility juga terus dilakukan untuk memantau pergerakan dan potensi dampaknya dalam penambahan kasus. Dengan adanya pelonggaran sudah mulai nampak tanda-tanda peningkatan pergerakan penduduk," katanya.

Nadia mengatakan bahwa peningkatan pergerakan masyarakat utamanya terjadi di restoran sampai dengan pusat perbelanjaan. Dia pun mengimbau pengelola agar terus menerapkan protokol kesehatan kepada para pengunjung.

"Adanya peningkatan pergerakan ini akan berpotensi meningkatnya interaksi antar-masyarakat dan ini tentu akan memengaruhi potensi penularan. Oleh karena itu kami imbau kepada para pelaku usaha yang sudah mulai beroperasi untuk memastikan pengunjung selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini