Kemendagri Dalami Kasus Gagal Vaksin karena NIK Dipakai Warga Asing

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 04 Agustus 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 337 2450847 kemendagri-dalami-kasus-gagal-vaksin-karena-nik-dipakai-warga-asing-M9l8PYnQlo.jpg Dirjen Dukcapil Zudan Arif (Foto: Ist)

JAKARTA - Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengatakan, pihaknya terus mendalami penyalahgunaan nomor induk kependudukan (NIK) dalam kegiatan vaksinasi. Seperti diketahui, seorang warga Bekasi bernama Wasit Ridwan sempat gagal vaksinasi karena NIK-nya diduga digunakan seorang warga negara asing (WNA) bernama Lee In Wong.

“Kami bergerak cepat. Kemarin kasus sudah selesai. Data sudah dicek di Dukcapil, data Pak Wasit benar. Yang bersangkutan sudah divaksin kemarin. Kemenkes nanti yang melacak penyalahgunaan NIK tersebut di tempat vaksin,” katanya, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Pasokan Vaksin Terkendala, Target Herd Immunity di Jatim Terancam Meleset

Zudan menduga bahwa ada kemungkinan salah catat oleh petugas vaksinasi. Pasalnya, NIK antara Wasit Ridwan dan Lee In Wong hanya berbeda di akhir nomor.

“Karena NIK WNA tersebut dan NIK WNI Pak Wasit hanya beda di ujung akhir yaitu 01 dan 08. Bisa jadi salah ketik juga di petugasnya. Kita sedang dalami hal ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, NIK WNA dan NIK WNI memiliki struktur yang sama. “Sama (strukturnya). Sesuai UU Adminduk NIK terdiri dari 16 digit angka yang berisi kode wilayah, tanggal lahir dan nomor urut pembuatan NIK,” ujarnya.

Baca Juga: 30% Penerima Vaksin di Jakarta Ternyata Warga Luar Daerah, Wagub DKI: Kami Tak Membatasi

Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan, ke depan vaksinasi akan berbasis NIK milik Dukcapil.

“Kami juga sudah rapatkan untuk mencegah hal tersebut berulang. Kemarin dengan Kemenkes, Kominfo, BPJS kesehatan dan Telkom bersama Dukcapil, kita semua sepakat untuk data vaksin harus bersumber dari NIK Dukcapil,” tuturnya.

Zudan mengatakan, penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) akan dilakukan pada minggu ini.

“Dan untuk itu tanggal 6 hari jumat besok akan ditandatangani PKS dengan Pcare BPJS Kesehatan dan Peduli Lindungi Kominfo serta Kemkes dengan Dukcapil untuk integrasi data dengan NIK Dukcapil,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini