Sebut Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio Tak Masuk Akal, JK: Sudah Hentikan Saja

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 04 Agustus 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 337 2450736 nilai-sumbangan-rp2-triliun-akidi-tio-tak-masuk-akal-jk-sudah-hentikan-saja-qRqCBdF6H6.jpg Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Foto: Ist.)

JAKARTA – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla buka suara mengomentari kasus sumbangan sebesar Rp2 triliun dari Akidi Tio yang diduga fiktif. JK, sapaan Jusuf Kalla, meminta kasus itu untuk dihentikan, pasalnya dia menilai besarnya sumbangan itu sendiri tidak masuk logika.

"Saya kira ini tidak usah diperpanjang, hentikan saja," ujar Jusuf Kalla berbicara dalam acara Catatan Demokrasi, Selasa (3/8/2021).

BACA JUGA: Kepastian Sumbangan Rp2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio Ditentukan Hari Ini 

Menurut JK, dari awal besarnya sumbangan itu sudah tidak masuk akal, terlebih nominal itu diberikan secara pribadi.

“Semuanya tidak masuk akal lah, seperti saya katakan, kalau ada yang menyumbang Rp2 triliun, setidak-tidaknya dia memiliki uang Rp10 triliun. Tidak mungkin semua hartanya disumbangkan kan?,” kata JK

“Jadi ini masalah logika saja, masalah akal sehat,” tambahnya.

BACA JUGA: Ironi Keluarga Akidi Tio: Mau Nyumbang Rp2 Triliun tapi Butuh Sumbangan Supaya Nominalnya Cukup

Dia mencontohkan kasus terdahulu mengenai kabar ada emas yang bisa membayar semua utang negara Indonesia. JK mengatakan bahwa saat isu itu berhembus, JK memanggil menteri yang bersangkutan untuk memberi penjelasan.

“Tahu ngga jumlah hutang kita? Waktu itu Rp1.500 triliun. Yang namanya Rp1.500 triliun itu 6.000 ton emas,” kata JK.

JK menilai isu tersebut tidak masuk logika karena tidak mungkin ada emas sebesar 6.000 ton yang disembunyikan dan tidak diketahui. Terbukti, pada akhirnya isu cadangan emas itu tidak terbukti.

Dia juga mencontohkan isu mengenai dana uang miliaran dolar di Swiss peninggalan zaman Presiden Soekarno. JK juga menilai isu itu tidak masuk logika mengingat ekspor Indonesia pada masa itu tidak sampai USD1 miliar dan tidak mungkin semuanya disimpan di Bank Swiss.

Oleh karena itu menurutnya hal yang paling penting adalah jangan sampai tertipu pada isu-isu serupa. Dia juga menyarankan sebaiknya kasus ini dihentikan saja.

“Kalau sudah tahu ini semua hoaks, ya sudah hentikan saja. Katakan saja ini hoaks dan minta maaf,” kata JK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini