PPATK Bilang Seluruh Uang Terkait Akidi Tio Tak Sampai Rp2 Triliun

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 04 Agustus 2021 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 337 2450598 ppatk-bilang-seluruh-uang-terkait-akidi-tio-tak-sampai-rp2-triliun-WnT5RNk4h3.jpg Anak Akidi Tio (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membeberkan hasil temuannya terkait kejanggalan sumbangan sebesar Rp2 triliun dari keluarga Almarhum Akidi Tio untuk penanganan Covid-19. Berdasarkan hasil analisis dan penelusuran PPATK, uang yang ada di seluruh rekening terkait Almarhum Akidi Tio, tidak mencapai angka Rp2 triliun.

"Ternyata memang setelah kita periksa hampir seluruh rekening terkait itu sangat-sangat tidak memadai untuk ke apa namanya, memenuhi kewajiban atau komitmen yang sebanyak 2 triliun, nah itu yang temuannya seperti itu sebetulnya," kata Kepala PPATK, Dian Ediana Rae saat dikonfirmasi, Rabu (4/8/2021).

Dian menjelaskan, PPATK sebenarnya sudah curiga sejak awal adanya informasi sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 dari keluarga Almarhum Akidi Tio. Oleh karenanya, PPATK kemudian melakukan penelitian dan analisis lebih jauh terkait sumbangan yang rencananya akan disalurkan melalui Kapolda Sumatera Selatan.

"Jadi yang pertama itu kita ini PPATK kan emang merasa berkepentingan memang kita berkepentingan untuk melakukan penelitian terhadap sumbangan dua triliun sejak semula ini sebetulnya. yang pertama karena memang ini mendapat perhatian yang luar biasa besar dari masyarakat," terang Dian.

Setelah dianalisis dan diteliti lebih jauh, kata Dian, ada ketidakcocokan antara profil keluarga Almarhum Akidi Tio dengan sumbangan Rp2 triliun yang akan diberikan untuk penanganan Covid-19. PPATK mencurigai adanya transaksi yang janggal dengan dasar profil keluarga Almarhum Akidi Tio yang tidak mumpuni.

"Karena orangnya itu sebetulnya tidak memiliki profile yang memadai untuk bisa menyumbang Rp2 triliun, dan jauh dari itulah kira-kira," tekannya.

Dian menjelaskan lebih jauh terkait alasan pihaknya turun tangan untuk menganalisis sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Almarhum Akidi Tio tersebut. Sebab, sumbangan untuk penanganan Covid-19 itu bakal disalurkan melalui Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri.

Baca Juga : Kronologi Anak Akidi Tio Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Kasus Penipuan

"Kapolda ini sensitif persoalannya karena dalam istilah intelijen keuangan seperti PPATK itu yang namanya pejabat teras seperti Kapolda masuk kepada definisi PEPS namanya Politically Ekspose Persons. artinya adalah orang-orang yang terekspos secara politik terdiri dari pejabat dari pusat sampai ke daerah, aparat penegak hukum dan lain sebagainya itu termasuk kategori PEPS," beber Dian.

"Yang memang kalau dia terkait dengan transaksi-transaksi yang kita anggap mencurigakan, itu otomatis kita harus meneliti itu harus melakukan analisis mengenai apa yang terjadi," sambungnya.

Sekadar informasi, keluarga Almarhum Akidi Tio berencana menyalurkan donasi atau dana hibah sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. Bahkan, seremoni bantuan tersebut telah digelar dan disaksikan oleh pejabat setempat.

Belakangan, uang Rp2 triliun yang dijanjikan oleh keluarga Almarhum Akidi Tio belum kunjung ditransfer. Alasannya, proses pencairan sulit lantaran nominal uang dalam jumlah besar.

Hingga saat ini, uang Rp2 triliun itu belum terlihat. Anak mendiang Akidi Tio, Heryanti, akhirnya diperiksa polisi terkait perkara tersebut. Status hukum yang bersangkutan masih sebagai terperiksa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini