Raja Majapahit Hayam Wuruk Selalu Berbakti kepada Leluhur, Blitar Jadi Saksinya

Tim Okezone, Okezone · Rabu 04 Agustus 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 337 2450412 raja-majapahit-hayam-wuruk-selalu-berbakti-kepada-leluhur-blitar-jadi-saksinya-vkNzMR6UhN.jpg Raja Majapahit, Hayam Wuruk (foto: ist)

BUKTI kejayaan Majapahit yang telah berhasil mempersatukan nusantara tidak terbatas di Trowulan saja, melainkan juga di berbagai daerah yang pernah dikuasainya, salah satunya di daerah Blitar.

Blitar merupakan salah satu tempat yang pernah dikunjungi Raja Majapahit, Hayam Wuruk dalam perjalanannya ke desa-desa wilayah Majapahit. Kunjungan itu tertulis dalam kitab Nāgarakretagama atau dikenal juga sebagai Desawarnana.

Baca juga: Cerita Kerajaan Majapahit: Kalung Anjing pun dari Emas

Blitar sekarang adalah sebuah kota kecil di Jawa Timur bagian selatan. Daerah itu sarat dengan peninggalan sejarah masa Hindu-Buddha, yaitu sejak jaman Kadiri sekitar abad XII M hingga akhir masa kerajaan Majapahit.

Baca juga:  Melihat Peninggalan Kanjuruhan, Kerajaan Tertua di Jawa Timur yang Tak Setenar Majapahit

Banyaknya tinggalan arkeologis dari masa Majapahit yang terdapat di wilayah Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa daerah tersebut mempunyai peran penting pada masa lalu, khususnya masa Majapahit.

Tidak mengherankan jika di daerah Blitar banyak tinggalan arkeologis dari masa Majapahit, karena memang daerah kekuasaan Majapahit sangat luas meliputi seantero Nusantara. Demikian diungkap buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", Penerbit Kepel Press, 2014.

Baca juga:  Kisah Cinta Raden Wijaya dengan 4 Putri Kertanegara dan Dara Petak

Permasalahannya peran apakah yang telah dimainkan oleh daerah Blitar pada masa itu, sehingga tinggalan-tinggalan penting dari masa Majapahit banyak terdapat di wilayah tersebut?

Banyaknya tinggalan candi-candi masa Majapahit di Blitar menunjukkan bahwa daerah ini pada masa itu memegang peran penting dalam kehidupan politik dan religiusnya. Berdasarkan angka-angka tahun yang terdapat pada komponen-komponen Candi Panataran maupun candi-candi lain dapat diketahui berasal dari abad 12 sampai dengan abad 15 M.

Jadi meliputi awal berdirinya Kerajaan Majapahit sampai akhir Majapahit. Di Blitar juga terdapat candi-candi dari yang berukuran kecil, sedang, sampai candi yang kompleks dan terbesar di Jawa Timur.

Pentingnya daerah Blitar ini tampak juga dari seringnya daerah ini dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk. Dua buah candi di daerah Blitar yang sering dikunjungi oleh Hayam Wuruk adalah Candi Sumberjati atau Candi Simping dan Candi Panataran atau Candi Palah.

Candi Sumberjati yang terletak di daerah Blitar selatan adalah sebuah candi pendharmaan Kertarajasa, pendiri dan raja pertama Majapahit. Dia adalah leluhur raja Hayam Wuruk, sehingga sudah kewajibannya untuk mengunjungi bahkan memelihara tempat pendharmaan leluhur tersebut. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini