Pengacara Bupati Non-aktif Bandung Barat Ungkap Dalang Kasus Korupsi Bansos Covid-19, Siapa Ya?

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 03 Agustus 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 337 2450182 pengacara-bupati-non-aktif-bandung-barat-ungkap-dalang-kasus-korupsi-bansos-covid-19-siapa-ya-krqCxMBIta.jpg Pengacara Aa Umbara, Rizky Rizgantara (Foto : Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Bupati non-aktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. Aa Umbara diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19 di Bandung Barat.

Usai menjalani pemeriksaan, Aa Umbara melalui pengacaranya, Rizky Rizgantara mengungkap sosok dalang yang ingin mempercepat kasus dugaan korupsi terkait pengadaan Bansos Covid-19 di Bandung Barat. Sosok itu berinisial HK, yang disebut sebagai pihak yang mendalangi agar Aa Umbara dipercepat proses hukumnya oleh KPK.

"Ada peristiwa HK mendorong proses hukum klien kami agar cepat diproses naik ke tahap penyidikan, ada penahanan dan lain sebagainya," kata Kuasa Hukum Aa Umbara, Rizky Rizgantara di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2021).

Dikonfirmasi lebih jauh oleh awak media terkait sosok HK tersebut, Rizky enggan menjawab lebih detail. Ia hanya menjelaskan bahwa HK merupakan salah satu orang yang cukup kuat dan terkenal di Bandung Barat. Rizky menuding bahwa HK adalah pihak yang ingin merebut kekuasaan Aa Umbara di Bandung Barat.

"Agar HK bisa menjadi Plt (pelaksana tugas) atau Bupati, definitif, nah bahkan HK sudah menyiapkan wakilnya," ungkapnya.

Baca Juga : Kasus Pengadaan Barang, Mantan Pejabat Kemenag Dituntut 2 Tahun Penjara

Rizky berharap KPK dapat menindaklanjuti keterlibatan HK dalam sengkarut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan Bansos Covid-19 di Bandung Barat. Apalagi, kata Rizky, soal dugaan intervensi untuk mempercepat proses hukum terhadap Apa Umbara.

"HK ini mempunyai otoritas di wilayah kabupaten Bandung Barat, dan dia merasa diuntungkan kalau klien kami cepat ditahan, cepat diproses oleh KPK ketika itu," terang Rizky.

"Supaya lebih fair apa yang disampaikan pembuat surat itu terjadi atau tidak ya tentunya idealnya ada penyelidikan hal itu terjadi apa tidaknya, tapi, hari ini lebih kepada bagaimana menghadapi persidangan, dan pembuktian dalam persidangan," sambungnya.

Sekadar informasi, KPK resmi menetapkan Bupati non-aktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUM) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Tak hanya anak dan ayah tersebut, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka tersebut diduga total menerima keuntungan Rp5,7 miliar dari korupsi tersebut.

Dalam perkara ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat. Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini