10 Tahun Buron, Warga Jerman Terpidana Penipuan Rp9,3 Miliar Menyerahkan Diri

Mohamad Chusna, Sindonews · Senin 02 Agustus 2021 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 337 2449814 10-tahun-buron-warga-jerman-terpidana-penipuan-rp9-3-miliar-menyerahkan-diri-Zmyj97Ck2x.jpg WN Jerman terpidana penipuan Rp9,3 miliar menyerahkan diri (Foto : Istimewa)

DENPASAR - Serelah sepuluh tahun menjadi buronan, warga negara asal Jerman, Karl Gulther Meyer, menyerahkan diri. Bule yang jadi terpidana kasus penipuan senilai Rp9,3 miliar itu pilih menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Buleleng, Senin (2/8/2021).

"Terpidana sempat bersembunyi di Lombok. Lalu pindah ke Bali. Kami lalu ingatkan dia kalau kasusnya tidak ingin jadi lebih besar, lebih baik menyerahkan diri," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng Anak Agung Ngurah Jayalantara.

Meyer menyerahkan diri siang tadi dengan diantar sopirnya. Setelah dilakukan proses administrasi, bule pemilik hotel di kawasan wisata Lovina itu lalu dieksekusi ke Lapas Singaraja untuk menjalani masa hukuman.

Jayalantara menjelaskan, Meyer terpantau keberadaannya di Lombok dalam seminggu terakhir. Tim Kejari Buleleng yang dibackup Kejaksaan Tinggi Bali lalu berangkat ke Lombok, Minggu 1 Agustus 2021.

Baca Juga : PPKM Diperpanjang, Warga Jakarta Rindu Hidup Normal

Di Lombok, Meyer diketahui bersembunyi di rumah anaknya di Jalan Subak, Mataram. Namun setibanya di lokasi, tim dibuat kecele karena Meyer telah terlebih dulu kabur.

Setelah berdebat dengan pihak keluarga, tim jaksa mendapat informasi Meyer kabur ke Bali. Tim jaksa juga sempat menghubungi Mayer, tapi dia menolak menyebutkan lokasi keberadaannya.

Untuk mencegah Meyer kabur keluar Bali, tim jaksa menghubungi pihak bandara dan pelabuhan. "Kita juga siapkan red notice jika terdakwa kembali kabur," ujar Jayalantara.

Meyer menjadi buronan terpidana dalam perkara penipuan sebagaimana Putusan Mahkamah Agung No 2236.K/PID/2012 tanggal 22 Juli 2012. Dalam putusan itu, dia dijatuhi hukuman dua tahun.

Kasus itu bermula saat Meyer menjual saham hotel miliknya senilai Rp9,3 miliar kepada warga negara Amerika, Michael Brag. Namun setelah dibayar, korban tidak kunjung mendapatkan saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini