Pandemi Tak Hentikan Pemberantasan Korupsi, KPK Lakukan Penyesuaian Strategi

Tim Okezone, Okezone · Senin 02 Agustus 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 337 2449556 pandemi-tak-hentikan-pemberantasan-korupsi-kpk-lakukan-penyesuaian-strategi-SByu0YLbrc.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak pada upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Namun, KPK menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi di masa pandemi akan tetap berjalan.

Dalam keterangan persnya mengatakan bahwa situasi pandemi yang terjadi membuat trisula strategi pemberantasan korupsi melalui upaya Pencegahan, Penindakan, dan Pendidikan Antikorupsi membutuhkan berbagai penyesuaiannya. Ini dilakukan terutama melihat masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, yang juga menimpa beberapa pegawai KPK.

BACA JUGA: Pemberantasan Korupsi Tetap Jalan di Tengah Pandemi Covid-19

“KPK mengutamakan keselamatan jiwa insan KPK karena keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi. KPK juga mengalami derita karena Sejak awal 2020 sampai dengan tanggal 31 juli 2021 jumlah pegawai yang terkonfirmasi positif Covid 19 sebanyak 436 orang dan khusus Kedeputian Penindakan sebanyak 141 orang,” demikian disampaikan pada Senin (2/8/2021).

“Untuk tahun 2021 sebanyak 169 orang dari Kedeputian Penindakan, 41 orang terpapar covid karena mereka tetap bekerja sehingga terpapar covid-19.”

Selama pandemi Covid-19, setidaknya 10 pegawai KPK juga meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan virus corona ini, termasuk korban terakhir, penyidik KPK Alm. Kompol Ardian.

BACA JUGA: KPK: Bantu Buru Harun Masiku, Interpol Terbitkan Red Notice

Per 30 Juli 2021, masih ada 43 orang pegawai KPK yang sedang menjalani isoman dan 3 orang masih dirawat di rumah sakit.

Karena pertimbangan kondisi internal dan eksternal ini, KPK mengambil langkah meminimalisasi mobilitas pegawai turun langsung ke lapangan. Sehingga, program kegiatan sebagian besar telah beralih ke daring.

Meski dalam beberapa hal tetap butuh dilakukan temu fisik, sehingga pelaksanaannya pun tak jarang terkendala.

Pada proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan suatu perkara, ada beberapa hal yang tetap butuh tim KPK turun langsung ke lapangan. Misalnya, untuk menghimpun keterangan dan alat bukti.

“Dalam situasi pandemi dan keterbatasan personel KPK ini, kami memastikan pemberantasan korupsi tetap berjalan,” tegas lembaga antirasuah itu.

“Kami tetap melakukan rangkaian sidang dakwaan, tuntutan, dan putusan yang sebagian telah beralih melalui daring. Kami juga tetap melakukan upaya-upaya penyelidikan dan penyidikan melalui case building guna mengungkap terangnya suatu perkara.”

“Pada waktunya, KPK akan sampaikan setiap perkembangannya kepada masyarakat.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini