Biden Sebut 10 Tahun Lagi Jakarta Tenggelam, MUI : Jangan Anggap Enteng

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 02 Agustus 2021 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 337 2449395 biden-sebut-10-tahun-lagi-jakarta-tenggelam-mui-jangan-anggap-enteng-w1JPIhUyve.jpg Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden soal Jakarta tenggelam dalam 10 tahun ke depan jangan dianggap sepele.

"Pernyataan Joe Biden ini hendaknya jangan kita anggap enteng seperti menyangkut masalah virus corona di masa-masa awal penyebarannya. Akibat dari sikap dan pandangan kita yang seperti itulah penyelesaian masalah Covid 19 di negeri ini sampai hari ini setelah 1,5 tahun berlalu jangankan semakin ringan tapi malah semakin berat dan berlarut-larut," kata Anwar melalui keterangan tertulis kepada MNC Portal, Senin (2/8/2021).

Untuk itu, Anwar berharap para pemimpin dan ilmuan di negeri atau mereka yang ahli di bidang perubahan iklim dan pemanasan global, bersatu melakukan langkah atau kajian mengenai persoalan perubahan iklim ini.

"Karena bagaimanapun juga persoalan perubahan iklim dan pemanasan global ini tidak bisa kita tangani sendiri, tapi harus secara bersama-sama dengan negara-negara lain melalui badan-badan dan kesepakatan-kesepakatan tingkat dunia," ucapnya.

Anwar mengutip pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan, sebab pemicu dari perubahan iklim itu lantaran semakin pesatnya pembangunan di seluruh dunia saat ini. Hal itu tentu akan menghasilkan emisi karbon (CO2 emission) yang semakin meningkat sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan suhu dan perubahan iklim.

Baca Juga : Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pakar Geolog Ungkap Kajian Mengejutkan

Karena itu, ia melanjutkan, hal tersebut akan menimbulkan dampak yang mengerikan yang akan bisa mengancam dunia secara keseluruhan, terutama Indonesia termasuk Jakarta.

"Karena seperti dikatakan juga oleh Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria permukaan tanah di Jakarta mengalami penurunan setiap tahunnya. Oleh karena itu jika memang permukaan tanah di Jakarta setiap tahun menurun lalu permukaan air laut karena pemanasan global meningkat karena mencairnya es yang ada di kutub utara dan kutub selatan, sudah jelas dan pasti banjir rob di daerah belahan utara Kota Jakarta dan di beberapa daerah rendah di pinggir pantai lainnya di Indonesia tentu akan terjadi," tuturnya.

Untuk itu, selain meminta kajian oleh para ilmuan, Anwar menambahkan, pemerintah pusat maupun daerah juga harus berkoordinasi memikirkan bagaimana negara kita bisa berkontribusi bersama negara-negara lain di dunia untuk menghambat dan mencegah terjadinya perubahan iklim global tersebut secara nasional.

"Bila hal demikian tetap tidak bisa dicegah maka kita sebagai bangsa diharapkan juga sudah harus siap dan punya berbagai alternatif dan solusi serta langkah2 yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dan menghadapi masalah tersebut," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini