Satgas Covid-19 : Perpanjangan PPKM Level 4 Tergantung Kajian Data 7 Hari Terakhir

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 02 Agustus 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 337 2449380 satgas-covid-19-perpanjangan-ppkm-level-4-tergantung-kajian-data-7-hari-terakhir-ACz4L4M8AU.jpg Penyekatan di Mampang Prapatan Jaksel saat penerapan PPKM. (Foto : MNC Portal Indonesia/Refi Sandi)

JAKARTA - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang dilaksanakan mulai 26 Juli akan berakhir hari ini, Selasa (2/8/2021). Namun, hingga kini, belum ada informasi dari pemerintah pusat apakah PPKM level 4 ini akan berlanjut.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting mengatakan, perpanjangan PPKM level 4 ini tergantung hasil kajian data-data perkembangan Covid-19 selama 7 hari terakhir.

“Untuk bagaimana selanjutnya PPKM, tentu ini akan tergantung dari berbagai hasil kajian data-data yang ada selama 7 hari terakhir. Dievaluasi mulai dari kasus aktif harian, kemudian bagaimana dengan penularannya, dan juga keterisian tempat tidur baik di level kota ataupun kabupaten atau juga secara menyeluruh di tingkat provinsi,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (2/8/2021).

Alex mengatakan, kasus Covid-19 secara nasional dari laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan saat ini terjadi pelandaian, baik kasus harian, kasus aktif harian, juga bed occupancy ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan.

“Jadi sebagaimana yang kita dapat dari berbagai data yang dilaporkan Juru Bicara Nasional ataupun juga dari dashboard yang ada di Kementerian Kesehatan maupun di Satgas, kita melihat yang pertama terjadi pelandaian-pelandaian kasus-kasus harian, kasus aktif harian, dan termasuk juga terjadi penurunan BOR di rumah sakit rujukan,” tuturnya.

Alex mencontohkan kondisi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran saat ini terjadi penurunan dari 90% menjadi dibawah 40%. “Sebagai contoh kita lihat di Wisma Atlet terjadi penurunan yang tadinya 90% sekarang di bawah 50%, bahkan di bawah 40%.”

“Kita juga melihat kasus aktif harian juga sudah menurun tidak setinggi sewaktu di tanggal 23 Juli ataupun di 25 Juli,” ucapnya.

Namun, kata Alex, penurunan ini tidak boleh membuat kendor dan menurunkan kewaspadaan. “Jadi artinya ini ada penurunan, tetapi penurunan ini tidak membuat kita harus kendor dan kemudian menurunkan kewaspadaan. Kewaspadaan tetap harus menjadi nomor satu sehingga 3M, 3T ini menjadi salah satu instrumen yang harus tetap dilaksanakan,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini