Cerita Yani Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Pulang Subuh Saat Tangani Lonjakan Kematian

Antara, · Minggu 01 Agustus 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 337 2449130 cerita-yani-relawan-pemulasaraan-jenazah-covid-19-pulang-subuh-saat-tangani-lonjakan-kematian-Fdg1iyA026.jpg Relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 di Indramayu (Foto: Antara)

JAKARTA - Relawan pemulasaraan jenazah Covid-19, Hari Nuryani mengungkapkan bahwa terkadang dirinya baru bisa pulang ke rumah saat subuh setelah harus menangani banyak jenazah Covid-19 dalam sehari.

"Kalau kasus kematian lagi meningkat, sehari kita bisa memakamkan empat sampai enam orang. Dan ketika lokasinya jauh, kita juga harus pulang subuh," kata Yani yang merupakan relawan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (1/8/2021).

Sebagai relawan pemulasaraan jenazah penderita Covid-19, perempuan berusia 49 tahun yang biasa disapa Yani itu juga harus siaga 24 jam.

Sewaktu-waktu dia bisa menerima panggilan untuk mengurus jenazah pasien. Kadang dia menerima panggilan untuk bertugas ketika hendak tidur malam.

Baca juga: Usut Perusakan Ambulans Jenazah Covid-19, Polres Jember Periksa 13 Saksi

Bersama timnya, Yani bertugas mengurus jenazah pasien Covid-19, mulai dari memandikan, mengafani, dan membungkus jenazah menggunakan plastik serta memasukkannya ke dalam peti jenazah hingga memakamkannya.

Sebagai anggota Unit Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Yani sebenarnya sudah biasa mengurusi jenazah. Namun jenazah pasien yang terpapar corona itu membutuhkan penanganan yang berbeda.

Baca juga: Benarkah Jenazah Covid-19 Menularkan Virus ke Orang Lain? Ini Faktanya

Petugas harus menerapkan protokol khusus dalam pemulasaraan dan pemakaman jenazah penderita penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 tersebut.

Kemudian, prosesnya juga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pemulasaraan dan pemakaman biasa. Selain itu, petugas juga menghadapi risiko terpapar Covid-19 saat bekerja.

Yani juga berusaha menjaga ketahanan tubuh dan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Demi menjaga keselamatan diri dan keluarga yang menanti di rumah, ibu dari tiga anak itu selalu mengenakan alat pelindung diri lengkap saat bertugas Dia juga beristirahat saat merasa lelah agar kondisi tubuh tetap terjaga.

"Alhamdulillah sampai sekarang (belum pernah tertular Covid-19). Kita harus bisa memproteksi, kalau badan sudah tidak enak lebih baik istirahat," katanya.

Baca juga: Anies Wacanakan Bukti Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Mobilitas di DKI Jakarta

Yani juga selalu berdoa kepada sang pencipta supaya senantiasa dilindungi saat menjalankan tugas. Doa menjadi penguat bagi Yani, yang menjadi relawan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 sejak November 2020.

Yani menjadi relawan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 saat beberapa rumah sakit di Indramayu kewalahan menangani peningkatan kasus kematian pada penderita infeksi virus corona dan meminta bantuan ke BPBD Indramayu.

Baca juga: Varian Delta Merajalela di Asia, Jumlah Kasus Tokyo dan Malaysia Pecah Rekor

Dia langsung menyatakan kesanggupan saat pimpinan BPBD Indramayu menugaskan dirinya untuk menjadi relawan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19.

Yani bertugas mengurusi pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 di dua rumah sakit di Kabupaten Indramayu dan kadang membantu menangani pemakaman warga di daerah tempat tinggalnya.

Sebagai relawan pemulasaraan jenazah, ia kadang mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan atau penolakan dari keluarga warga yang meninggal dan warga sekitarnya. Namun perlakuan tersebut tidak mematahkan semangat Yani untuk menjalankan tugas dan membantu sesama.

"Kita tidak berharap apa-apa sebenarnya, kalau ada keluarga yang mengucapkan terima kasih itu sudah cukup," kata Yani.

Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Saat Pemakaman Jenazah di TPU Khusus Covid-19

Dia juga berharap seluruh warga berusaha menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan supaya kasus penularan Covid-19 bisa ditekan dan penderita infeksi virus corona yang meninggal dunia terus berkurang.

Menurut dia, bila warga mengabaikan protokol kesehatan, maka penularan virus corona akan sulit dikendalikan dan rumah sakit serta petugas pemakaman bisa kewalahan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini