Presiden Jokowi Cek RSD Wisma Atlet: Tingkat Keterisian Turun Jadi 38%

Antara, · Jum'at 30 Juli 2021 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 337 2448347 presiden-jokowi-cek-rsd-wisma-atlet-tingkat-keterisian-turun-jadi-38-9LGqSnUvtl.jpg Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist.)

JAKARTA Presiden Joko Widodo pagi ini, Jumat (30/7/2021) menjelaskan dirinya telah memeriksa kondisi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, yang selama ini dijadikan RS Darurat Covid-19. Menurut Presiden, tingkat keterisian di Wisma Atlet sudah menurun menjadi 38 persen dari sebelumnya 90 persen.

“Dulunya 90 persen hampir penuh. Ini juga patut kita syukuri, dan saya lihat angka-angka tadi, di wilayah-wilayah Pulau Jawa sudah landai turun, tetapi yang di luar Jawa gantian naik. Inilah memang varian delta ini penularan sangat cepat sekali,” ujar Presiden, Jumat.

BACA JUGA: Vaksinasi Harian di Jakarta Capai Target, Wagub DKI Ariza Bersyukur 

Jokowi mengatakan pemerintah sudah mampu mengerem lompatan kasus Covid-19 meskipun tren kasus baru turun secara perlahan.

“Keputusan yang sangat berat PPKM Darurat karena tak ada cara selain itu. Melompat kasusnya, dan alhamdulillah paling tidak bisa kita rem, meskipun turun pelan-pelan tapi bisa kita rem,” ujar Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Tanpa Terprediksi Muncul Varian Delta

Presiden mengatakan penurunan kasus Covid-19 itu karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepada para pengusaha mikro dan kecil, Presiden menjelaskan sebetulnya pada Januari hingga Mei 2021, kondisi pandemi Covid-19 sudah mereda di Tanah Air. Di waktu yang sama, kegiatan ekonomi juga telah bergerak pulih. Namun, kata Presiden, tanpa terprediksi, Varian Delta Virus Corona muncul di India, dan menyebar ke beberapa negara lain. Hal itu yang menimbulkan guncangan di ekonomi karena karakterisik Virus Corona varian Delta yang mempu menyebar secara cepat.

“Sehingga ekonomi global guncang. Kita juga sama. Begitu Delta ini muncul, juga langsung kasus positif menjadi naik secara drastis, dan tak ada jalan lain saat itu, karena di JawapBali kita lihat semua titik merah tak ada kuning. Sehingga keputusan yang sangat berat PPKM Darurat karena tak ada cara selain itu,” jelas Presiden Jokowi.

Menurut data terakhir dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, hingga Kamis (29/7/2021), penambahan kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 43.479 kasus, dengan total kasus aktif sebesar 554.484 kasus.

Adapun total kasus Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 sebanyak 3.331.206 kasus dengan 2.686.179 kasus pasien telah sembuh, dan 90.552 pasien meninggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini