Deretan Tsunami Akibat Gempa Alaska

Tim Okezone, Okezone · Kamis 29 Juli 2021 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 337 2448049 deretan-tsunami-akibat-gempa-alaska-Y55D5BnvnI.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Wilayah Perryville, Alaska, diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 8,1 pada hari ini, Kamis (29/7/2021), pukul 13.15.47 WIB.

Gempa Perryville sempat memicu dikeluarkannya peringatan dini tsunami. Di Alaska, beberapa sirine perintah evakuasi sempat dibunyikan. Namun karena hasil monitoring muka laut hanya mencatat perubahan muka laut sangat kecil yang tidak akan berdampak. selanjutnya peringatan dini tsunami diakhiri.

"Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Indonesia karena memang tidak ada potensi tsunami di wilayah Indonesia, untuk itu masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranny," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Gempa M 8,2 Guncang Tenggara Alaska, Hawaii Berpotensi Dilanda Tsunami

Daryono menerangkan bahwa subduksi Alaskan-Aleutian terkenal aktif secara seismik dengan laju pergerakan Lempeng Pasifik ke arah barat 57-61 mm/tahun.

Sistem subduksi lempeng ini merupakan generator gempa kuat di wilayah Semenanjung Alaska yang sudah beberapa kali sudah memicu gempa dahsyat dan tsunami.

Daryono menambahkan, berdasarkan catatan sejarah menunjukkan bahwa gempa besar Alaska yang bersumber di zona subduksi Alaskan-Aleutian yang memicu tsunami di antaranya pada 1938 (M8,3), 1946 (M8,1), 1956 (M8,6), 1965 (M8,7), 1964 (M9,2) dan 1986 (M8,0).

Baca juga: Gempa M 8,2 Guncang Tenggara Alaska, Peringatan Tsunami Diumumkan

Adapun episenter gempa M8,1 terletak pada koordinat 55,325° dan LU 157,841° BB, tepatnya di laut pada jarak 104 km arah tenggara Perryville, Alaska, pada kedalaman hiposenter 36 km.

"Hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan atau korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa ini," ujarnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust Alaskan-Aleutian.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Hingga pukul 16.00. WIB, telah terjadi lebih dari 25 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo kurang dari 6,0.

Baca juga: Gempa M8,1 di Alaska, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini