Kayuh Sepeda 15 Km, Safaruddin Sempat Kebingungan di Lokasi Vaksin

Tim Okezone, Okezone · Kamis 29 Juli 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 337 2447993 kayuh-sepeda-15-km-safaruddin-sempat-kebingunan-di-lokasi-vaksin-MWwylEUPVn.png Kakek Safaruddin saat di lokasi vaksin (foto: tangkapan layar)

MAKASSAR - Perjuangan Safaruddin untuk mendapatkan vaksin Covid-19 patut diacungi jempol, ia harus mengayuh sepedanya sejauh 15 kilometer untuk sampai ke lokasi vaksin. Keinginannya untuk terbebas dari pandemi Covid-19 begitu kuat di tengah kondisinya yang sangat terbatas. Ia percaya bahwa vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar untuk keluar dari kondisi tidak normal ini.

Usai mendapatkan informasi tentang adanya vaksinasi massal di NIPAH, Safaruddin pun langsung bergegas ke lokasi. Ia datang di hari pertama pelaksanaan, Rabu 28 Juli 2021. Masih sangat pagi, kondisinya pun masih sepi.

Baca juga:  Demi Vaksin, Pria Tua Ini Rela Mengayuh Sepedanya Sejauh 15 kilometer, Warganet Terharu

Namun, niat untuk langsung ikut vaksin sempat urung karena adanya informasi bahwa peserta harus mendaftar secara online dahulu baru bisa bergabung. Sementara, Safaruddin tak memiliki ponsel. Ia tak tahu harus berbuat apa. Kadang mendekat, kadang pula menjauh dari lokasi vaksin.

Saking ragunya, Safaruddin juga tak sempat menanyakan apapun ke panitia. Hanya berdiri terdiam dan melihat orang-orang baru datang yang langsung bisa masuk antrian. Ia juga masih berat hati untuk pulang, mengingat usaha yang telah dilakukannya untuk mengikuti vaksinasi ini tak mudah.

Baca juga:   Viral Anak Tertidur Berselimut Karung, Warganet: Jangan Lupa Bersyukur

Melihat tingkah lelaki lansia yang kebingungan seperti itu, seorang panitia lalu menghampirinya. Safaruddin pun langsung mengungkapkan bahwa dirinya sangat ingin mengikuti vaksin, tetapi tak bisa mendaftar secara online lantaran tak memiliki ponsel. Ia pun tak menyangka kalau dirinya bisa diterima dengan baik oleh panitia. Padahal, awalnya lelaki berusiah 67 tahun ini mengira kalau dirinya akan ditolak.

"Saya sangat berterima kasih kepada panitia vaksinasi di NIPAH ini. Saya akhirnya bisa ikut vaksin juga. Sebenarnya dari dulu mau ikut vaksin, tapi sering ditakut-takuti sama orang-orang. Tapi sekarang saya mulai berpikir dan yakin kita semua bisa bebas dari corona ini, salah satunya dengan ikut vaksin," ungkap Safaruddin.

Pelaksanaan vaksinasi di NIPAH merupakan kolaborasi antara Yayasan Hadji Kalla bersama IDI Kota Makassar dengan program 10.000 vaksinasi. Program ini juga didukung oleh Universitas Hasanuddin dan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Program ini diikuti masyarakat di 4 titik sekaligus. Selain di NIPAH, Mal Ratu Indah, Masjid Al Markaz, dan Graha IDI Makassar yang digelar selama dua hari, pada Rabu 28 Juli 2021 hingga Kamis 29 Juli 2021. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini