Hukuman Djoko Tjandra Dipotong, Kejari Jakarta Pusat Pelajari Putusan

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 29 Juli 2021 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 337 2447735 hukuman-djoko-tjandra-dipotong-kejari-jakarta-pusat-pelajari-putusan-8JhrrVylhE.jpg Terdakwa Djoko Tjandra.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) menyatakan, masih mempelajari putusan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang mengurangi hukuman Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra menjadi tiga tahun enam bulan kurungan penjara.

Sebelumnya, Djoko Tjandra pada tingkat pertama divonis empat tahun enam bulan. Dalam hal ini, Kejari Jakpus belum menentukan langkah hukum selanjutnya terkait dengan hal tersebut.

"Saat ini JPU masih mempelajari putusannya," kata Kajari Jakpus, Riono Budi Santoso saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Pengadilan Tinggi DKI Potong Hukuman Penjara Djoko Tjandra Jadi 3,5 Tahun Penjara

Riono menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima salinan putusan tersebut sejak Jumat 23 Juli. Pada ketentuan yang termaktub dalam Pasal 245 ayat (1) Undang-undang nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maka jangka waktu untuk menegajukan kasasi ialah 14 hari setelah putusan diterima.

Kemudian, nantinya terdakwa ataupun JPU dapat mengajukan memori kasasi dalam rentan waktu 14 hari setelah menyatakan sikap akan mengambil langkah hukum kasasi. Jika rentan waktu tersebut tak terpenuhi, maka upaya tersebut dianggap gugur.

"Putusan banding perkara atas nama terdakwa Joko S Tjandra sudah diterima Jumat lalu. Sedangkan, perkara atas nama terdakwa Napoleon Bonaparte tidak ditangani oleh Kejari Jakpus," ujarnya.

Dalam pemusyawaratan diketuai Muhamad Yusuf dengan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Rusydi, dan Renny Halida Ilham Malik. Dalam menjatuhkan putusannya, Majelis Hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan.

Untuk hal memberatkan Djoko Tjandra dinilai telah melakukan perbuatan tercela. Bermula dari adanya kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang berdasarkan putusan Mahkamah Agung tanggal 20 Februari 2012 Nomor 100 PK/Pid.Sus/2009 Jo. putusan Mahkamah Agung tanggal 11 Juni 2009 Nomor 12 PK/Pid.Sus/2009 Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini