Berusia 394 Tahun, Masjid Pucok Krueng Beuracan di Aceh Masih Berdiri Kokoh

Jamal Pangwa, iNews · Kamis 29 Juli 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 337 2447576 berusia-394-tahun-masjid-pucok-krueng-beuracan-di-aceh-masih-berdiri-kokoh-k2sPxU6Qhm.jpg Masjid Pucok Krueng Beuracan (foto: Dok Kemendikbudristek)

Masjid ini sendiri masih di pergunakan dan di pertahankan untuk aktivitas umat seperti sholat lima waktu dan kegiatan lainnya, terlebih pada saat tertentu kerap digunakan khataman Alquran dan pengajian kitab kuning.

Sementara itu, Raja Mansur pengurus masjid tersebut menyebutkan, bahwa pembangunan masjid ini memakan waktu hingga dua tahun lebih saat itu, dikarenakan dalam usaha pencarian bahan material, masjid ini di bangun dengan pengadaan tiang berjumlah 16 buah, terdiri dari 12 tiang penyangga atap pertama pada sisi masjid.

Serta memiliki 4 tiang penyangga atap dua dan sebuah tiang utama yang berfungsi sebagai soko guru menyangga atap tiga dan kubah mesjid. Namun ukuran besar kecilnya tiang sangat tergantung pada fungsi, dan posisi 12 tiang penyangga atap pertama pada posisi masjid dengan ukuran penyangga atap dua dengan ukuran 27 cm dan tiang utama dengan ukuran 35 cm, semua tiang tersebut bersegi delapan terdiri dari kayu jati.

Kendati struktur Masjid Pucok Krueng Beuracan ini di rancang sepenuhnya oleh Syekh Abdul Salim dengan atap bersusun tiga dan di antara atap dua dengan atap tiga terdapat sebuah ruangan yang konon di fungsikan sebagai tempat bilal mengumandangkan adzan, kubah masjid menyatu dengan atap tiga yang berbentuknya lebih kecil dari lebar atap dengan ornamen sirip kayu.

Masjid Pucok Krueng berusia 394 tahun masih berdiri kokoh tidak roboh walaupun dengan goncangan gempa bumi berkekuatan 6,5 skala richter menguncang Pidie Jaya, yang terjadi tepatnya pada pukul 05.03 WIB, pada tanggal 7 Desember 2016 lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, M.Nasir, menyampaikan bahwa selama ini yang masih terawat rapi ada dua masjid kuno di Pidie Jaya yaitu Masjid Pucok Krueng Beuracan, dan Masjid Madinah di Kecamatan Meurah dua.

Kedua masjid ini merupakan masjid yang di bangun oleh para penyebar Islam dari madinah yang datang ke Aceh pada masa itu, bahkan masjid- masjid ini di anggap sakral oleh warga Aceh. (din)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini