Waspada Varian Baru Covid-19 Lebih Menular, Eks Direktur WHO: Tingkatkan Jumlah WGS

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 28 Juli 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 337 2447479 waspada-varian-baru-covid-19-lebih-menular-eks-direktur-who-tingkatkan-jumlah-wgs-aKCjl4QQm6.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan potensi bahwa dunia akan menghadapi varian baru Covid-19 yang lebih ganas. Hal ini diungkapkan Jokowi saat mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa Bali beberapa hari lalu.

“Pada arahan Presiden hari Minggu malam tentang kelanjutan PPKM disampaikan kita harus selalu waspada, ada kemungkinan dunia akan menghadapi varian lain yang lebih menular. Juga ditekankan tentang varian Delta yang lebih menular,” ungkap Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan yang diterima, Rabu (28/7/2021).

Tjandra juga mengungkapkan pada 12 Juli 2021 Direktur Jenderal WHO Tedros menyampaikan bahwa varian Delta kini terus meluas di dunia dan berhubungan dengan kenaikan kasus dan kematian.

Dia pun mendorong pemerintah agar meningkatkan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengantisipasi varian baru virus corona tersebut.

Baca juga: Jokowi Ingin Kurikulum Universitas Diarahkan ke Industri

“Dikatakannya bahwa varian Delta sudah ada di lebih dari 104 negara dan bukan tidak mungkin akan mendominasi situasi di waktu mendatang ini,” katanya.

“Pada 15 Juli 2021, Prof Didier Houssain pimpinan Emergency Committee WHO tentang Covid-19 menyatakan bahwa ada kemungkinan besar (“strong likelihood”) bahwa di waktu mendatang akan ada varian baru yang menyebar di dunia yang mungkin lebih berbahaya dan bahkan lebih sulit dikendalikan,” ungkap Tjandra.

Baca juga: Presiden Jokowi: Saat Ini Kita Harus Menanggung Beban Berat Akibat Pandemi Covid-19

Semua ini, kata Tjandra, menunjukkan bahwa Indonesia perlu memiliki data dan informasi yang akurat tentang perkembangan berbagai varian baru Covid-19. “Sudah banyak dibicarakan bahwa salah satu alasan utama peningkatan kasus kita sekarang ini antara lain karena varian Delta yang memang jauh lebih mudah menular,” katanya.

“Varian Delta adalah salah satu “Varian of Concern” dalam klasifikasi WHO, bersama varian Alfa, Beta dan Gamma. Selain itu ada juga berbagai varian baru yang oleh WHO dikelompokkan menjadi “Variant of Interest (VOI)”, yaitu varian Epsilon, Zeta, Eta, Theta, Iota dan dua yang paling banyak dibicarakan adalah Varian Kappa dan Lambda,” papar Tjandra.

Tjandra pun mengingatkan meski sekarang banyak dibahas dampak varian Delta di Tanah Air, tapi harus waspada juga dengan kemungkinan varian baru lain. “Baik yang bermula dari luar negeri atau yang bukan tidak mungkin terbentuk di negara kita karena tingginya angka penularan di masyarakat.”

“Jelasnya, kalau penularan di masyarakat sedang tinggi, seperti sekarang sedang terjadi di negara kita, maka virus akan terus bereplikasi dengan jumlah yang banyak, dan bukan tidak mungkin waktu replikasi akan terjadi perubahan / mutasi bagian virus dan kemudian terbentuk varian baru,” paparnya.

Baca juga: MUI Usul Longgarkan PPKM dengan Catatan Prokes Diperketat

Oleh karena itu, Tjandra menegaskan bahwa secara kesehatan masyarakat dan juga untuk menentukan kebijakan maka data yang cukup luas tentang varian Delta (atau varian lain) di Indonesia perlu diketahui.

“Jadi, peningkatan jumlah pemeriksaan WGS menjadi amat diperlukan untuk kita mengetahui secara lebih tepat apa saja yang ada di lapangan," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini