Satgas Covid-19 Sebut Kasus Corona Terkonsentrasi di Perkotaan

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 28 Juli 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 337 2447463 satgas-covid-19-sebut-kasus-corona-terkonsentrasi-di-perkotaan-JuRkf8ayqV.jpg Covid-19.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengungkapkan, kasus Corona terkonsentrasi di perkotaan.

“Kalau kita bagi lagi karakteristik kota dengan desa, kita lihat bahwa sekitar 60% kasus terkonsentrasi di perkotaan dibandingkan di kabupaten gitu. Ini kurang lebih juga gambaran seperti itu,” ungkap Dewi secara virtual, Rabu (28/7/2021).

Dewi mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 jika dilihat per provinsi penambahannya pun akan beragam.

“Selama ini, kalau dilihat per Provinsi gitu ya, ada Provinsi dengan penambahan kasus yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain,” katanya.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Sebut Angka Kepatuhan Prokes di Jawa-Bali Paling Tinggi

Dewi mengatakan. sama halnya dengan tingkat disiplin protokol kesehatan antar kota dan kabupaten juga beragam. Hal ini, kata Dewi, dipengaruhi oleh adat istiadat atau kebiasaan suatu wilayah.

"Kepatuhan (protokol kesehatan) di kota dan kabupaten, karena melihat kondisi Indonesia yang sangat beragam, angka kepatuhan sangat beragam juga. Karena, tergantung juga dengan custom atau kebiasaan adat istiadat setempat yang pasti akan berpengaruh,” paparnya.

Saat ini, cakupan angka ketidakpatuhan kelurahan dan desa paling tinggi, yakni di Pulau Sulawesi. Bahkan, hampir 50% atau tepatnya di angka 46% angka ketidakpatuhan di Sulawesi.

“Kalau kita lihat lagi, kita temukan angka cakupan ketidakpatuhan kelurahan, desa dengan paling tinggi justru di Sulawesi. Ini hampir setengahnya, ya 46%,” papar Dewi.

Secara lebih detail, angka ketidakpatuhan protokol kesehatan menggunakan masker di Sulawesi, yakni 46,39% dan menjaga jarak sekitar 42,75%.

“Jadi kurang lebih interpretasi bacanya adalah masih ada 46,39% Kelurahan dan Desa yang ada di pulau Sulawesi kepatuhan menggunakan masker rendah. Kemudian jaga jarak juga sama sekitar 42,75%,” jelas Dewi.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini