Kasus Suap Banprov untuk Indramayu, KPK Dalami Aliran Uang ke Pihak Lain

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 28 Juli 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 337 2447272 kasus-suap-banprov-untuk-indramayu-kpk-dalami-aliran-uang-ke-pihak-lain-GlyEn4PycH.jpg Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi)

JAKARTA - Sejumlah saksi diperiksa dalam kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019. Tim penyidik menduga aliran uang tidak hanya kepada Wakil Ketua DPRD Jabar, Ade Barkah Surahman (ABS) dan Anggota DPRD Jabar, Siti Aisyah Tuti Handayani (STA). 

Hal tersebut didalami saat tim penyidik memeriksa empat Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar. Mereka yakni Cucu Sugiyati, Phinera Wijaya, Almaida Rosa dan Yod Mintaraga.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain adanya dugaan aliran sejumlah uang yang tidak hanya diterima serta dinikmati oleh tersangka ABS dan tersangka SA, namun juga oleh pihak-pihak lain yang terkait dengan perkara," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (28/7/2021).

Selain itu pada hari ini, tim penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPRD Jabar. Mereka yakni Hidayat Royani, Ricky Kurniawan dan Asep Wahyuwijaya. 

Baca juga: KPK Selisik Berbagai Aliran Uang yang Diterima Eks Penyidik Stepanus Robin

"Hari ini (28/7) pemeriksaan saksi TPK suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Ali. 

Diberitakan sebelumnya, pada kasus ini KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka yakni Ade Barkah Surahman dan Siti Aisyah Tuti Handayani yang juga merupakan anggota DPRD Jawa Barat. 

Penetapan tersangka keduanya merupakan perkembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengurusan bantuan Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017 s/d 2019. 

Baca juga: KPK Panggil 3 Anggota DPRD Jabar terkait Suap Pengaturan Proyek

Pada perkara tersebut, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain itu, KPK menyita uang yang terkait dengan perkara sebesar Rp685 juta.

Empat tersangka yang ditetapkan setelah kegiatan tangkap tangan yakni Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMS), Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono (WT) dan swasta Carsa ES (CAS).

Saat ini empat orang tersebut telah di vonis majelis hakim Tipikor dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Perkara tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut dan pada sekitar Agustus 2020 KPK menetapkan tersangka lain yakni Abdul Rozaq Muslim (ARM) yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014 s.d. 2019 yang saat ini masih dalam proses persidangan pada Pengadilan Tipikor pada PN Bandung. 

Dalam perkara ini, Ade turut menerima jatah dengan total sebesar Rp750 juta. Uang tersebut didapatinya usai meloloskan pihak swasta Carsa ES untuk  mengerjakan proyek peningkatan dan rehabilitasi jalan di Kabupaten Indramayu yang sumber dananya dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2017 s.d 2019. 

Atas ulahnya, Ade dan Siti disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini