Penyandang Disabilitas Tanpa NIK Bisa Ikuti Vaksinasi, Begini Caranya

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 28 Juli 2021 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 337 2447137 penyandang-disabilitas-tanpa-nik-bisa-ikuti-vaksinasi-begini-caranya-6acMoqWNBs.jpg Penyandang disabilitas.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 bagi penduduk penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pendataan Pelaksanaan Program Vaksinasi Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali yang dilaksanakan secara virtual sebagaimana dikutip dari rilis Puspen Kemendagri, Rabu (28/7/2021).

Zudan mengatakan, program vaksinasi bagi penyandang disabilitas dapat terkendala. Tidak jarang penduduk penyandang disabilitas, khususnya yang tinggal di rumah singgah atau panti asuhan dan sebagainya, tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) karena adanya ketidakpastian domisili.

Baca Juga: CDC Tak Lagi Bolehkan Orang yang Sudah Divaksin 2 Dosis Lepas Masker

“Oleh karena itu, perlu dipastikan terlebih dahulu di mana penduduk yang bersangkutan itu tinggal, apakah bersama saudaranya atau di panti asuhan,” ujar Zudan.

“Solusinya, bagi yang tinggal di panti asuhan, agar dibuatkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani kepala panti asuhan tersebut. Dengan demikian, Dinas Dukcapil setempat dapat menerbitkan Kartu Keluarga yang isinya adalah nama-nama penghuni panti asuhan beserta NIK-nya,” tambah Zudan merinci.

Sebelumnya, Dukcapil pusat dan daerah telah sering melakukan kegiatan jemput bola untuk melakukan pendataan penduduk. Berbagai kebutuhan dokumen kependudukan dilayani langsung di depan pintu rumah masyarakat dalam rangka memenuhi identitas penduduk.

Hanya saja, kegiatan tersebut sementara dihentikan pasca virus Covid-19 mewabah di Indonesia. Masyarakat menjadi khawatir, kegiatan jemput bola tersebut justru memicu terbentuknya kluster penyebaran Covid-19 akibat kerumunan masa.

“Guna memenuhi identitas penyandang disabilitas di tengah pandemi, kami memberi saran agar Dinas Dukcapil daerah pro-aktif memberikan berkas F-1.01 kepada tiap-tiap panti asuhan untuk dilakukan pengisian biodata sehingga dokumen kependudukan lainnya dapat diterbitkan secara bertahap tanpa khawatir terjadi tatap muka yang menyebabkan penularan virus Covid-19,” pungkas Zudan.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini