KPK Selisik Berbagai Aliran Uang yang Diterima Eks Penyidik Stepanus Robin

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 28 Juli 2021 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 337 2447089 kpk-selisik-berbagai-aliran-uang-yang-diterima-eks-penyidik-stepanus-robin-77tF2FWHye.jpeg Stepanus Robin. (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju (SRP) menerima uang bukan hanya dari Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M Syahrial. Stepanus Robin diduga menerima uang dari banyak pihak. KPK sedang menelisik berbagai aliran uang yang diterima oleh Stepanus Robin tersebut. 

Tak hanya itu, KPK juga menelusuri aliran uang dugaan suap yang digunakan oleh Stepanus Robin Pattuju. Aliran-aliran uang itu diselisik penyidik lewat lima saksi dari pihak swasta, pada Selasa, 27 Juli 2021, kemarin. Adapun, kelima saksi tersebut yakni, Rudolf Paul; Muahir; Adelia Safitri; Aston Hutabarat; serta Aditya Ginting. 

"Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain masih terkait dengan dugaan berbagai penerimaan sejumlah uang dan penggunaannya oleh tersangka SRP," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (28/7/2021). 

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Tanjung Balai Tahun 2020-2021. Ketiga tersangka tersebut yakni, mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju; Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial; dan seorang pengacara, Maskur Husain. 

Baca juga: Hari Ini, Eks Mensos Juliari Batubara Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Korupsi Bansos

Dalam perkaranya, AKP Stepanus Robin bersama Maskur Husain diduga menerima suap sebesar Rp1,3 miliar dari Syahrial. Suap itu bertujuan untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai yang disinyalir melibatkan Syahrial. 

Awalnya, M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Robin dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan itu terjadi di rumah dinas Wakil Ketua DPR asal Golkar Azis Syamsuddin. 

Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, AKP Robin dan Maskur baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu ditransfer M Syahrial ke rekening bank milik seorang wanita, Riefka Amalia. 

Selain suap dari M Syahrial, AKP Stepanus Robin diduga juga telah menerima uang atau gratifikasi dari pihak lain sejak Oktober 2020 sampai April 2021 sebesar Rp438 juta. Gratifikasi sebesar Rp438 juga itu ditampung melalui rekening Riefka Amalia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini