Mengenal Ki Ageng Wonokusumo, Muadzin Pada Masa Kerajaan Majapahit

Suharjono, Koran SI · Rabu 28 Juli 2021 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446965 mengenal-ki-ageng-wonokusumo-muadzin-pada-masa-kerajaan-majapahit-u9UoWVsoQN.jpg Petilasan Ki Ageng Wonokusumo (foto: ist)

GUNUNGKIDUL - Ki Ageng Wonokusumo, orang yang selalu mengumandangkan adzan pada masa Kerajaan Majapahit. Dan kini petilasannya berada di Dusun Wonotoro, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

Berbicara Gunungkidul tidak bisa dilepaskan dari cerita-cerita pelarian Majapahit dan sejarah perkembangan Mataram Islam. Ki Ageng Wonokusumo tidak bisa lepas dari sejarah kerajaan Mataram Islam. Wonokusumo tidak bisa lepas dari Sunan Pandanaran di Bayat Klaten, serta Ki Ageng Giring III.

Baca juga:  Bung Karno Cerita Majapahit, Mataram dan Wayang Mengakali Jepang

Wonokusumo merupakan anak dari Ki Ageng Giring III. Setelah besar, dia pergi ke arah timur laut dan tinggal di Desa Gedangrejo Karangmojo. Namun, kumandang adzan yang dilakukan tidak pernah terdengar baik dari wilayah Giring, Sodo Paliyan, maupun dari Bayat Klaten. Akhirnya, Wonokusumo mencari tempat yang tinggi di Bukit Wonotoro.

Dari situlah kumandang adzan terdengar sampai Giring tempat ayahnya, serta sampai ke Tempat Sunan Pandanarang di Bayat. Bahkan, upaya berhubungan jarak jauh ketiganya melalui kebatinan bisa dilakukan dari puncak bukit tersebut.

Baca juga:  Kisah Perempuan Perkasa di Majapahit: Gayatri, Tribhuwana dan Suhita

Menurut juru kunci Makam Ki Ageng Wonokusumo, Daryanto belum lama ini mengatakan, cerita mengenai Ki Ageng Wonokusumo didapatkannya dari leluhur secara turun - temurun.

Dia menuturkan, Ki Ageng Wonokusumo merupakan salah satu tokoh Islam yang disegani dan ditakuti. Bahkan, dianggap musuh besar oleh penjajah Belanda yang selalu ingin membunuhnya.

Namun, para pengikut dan sahabat Wonokusumo selalu bisa mengelabuhi Belanda. Hingga akhirnya pada suatu saat terjepit, para pengikut dan sahabat mengatakan bahwa Ki Ageng Wonokusumo telah meninggal dunia.

Lokasi makam Ki Ageng Wonokusumo berada di lokasi yang tinggi, di sekitarnya juga digunakan pemakaman umum. Namun, warga sekitar tidak berani memakamkan warga berada lebih tinggi dari makam Wonokusumo. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini