JAKARTA - Hubungan Soekarno dengan Raja Norodom Sihanouk seperti kakak – adik, begitu yang digambarkan oleh Bernard Krisher seorang wartawan dalam memoir yang ditulisnya yang berjudul Sihanouk Reminisces: World Leaders I Have Known. Hubungan mereka bahkan terus berlanjut meskipun Soekarno tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Dua tahun sebelum meninggal, Soekarno mengirimkan sepucuk surat yang mengharukan sekaligus hadiah berupa keris sultan yang terbuat dari emas dan gading. Bahkan setelah Soekarno wafat, Sihanouk tetap rajin berkunjung ke Indonesia untuk menemui istri dan anak-anak sang proklamator.
Baca juga: Ketika Pandangan Islam Bung Karno Menuai Polemik
Kedekatan Indonesia – Kamboja, khususnya Soekarno – Sihanouk juga tergambar jelas di Royal Palace, Phnom Penh. Banyak arsip foto yang menggambarkan kedekatan Soekarno dengan Sihanouk dalam berbagai kesempatan pertemuan.
Persahabatan antara Soekarno – Sihanouk dan Indonesia – Kamboja terus terjaga, bahkan akan melebihi batas usia mereka. Hal tersebut dibuktikan saat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, menjadi tamu kehormatan mewakili Pemerintah Indonesia yang diundang langsung oleh Pemerintah Kerajaan Kamboja khususnya Raja Norodom Sihamoni pada perhelatan akbar Pagelaran Budaya 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja yang digelar di Gedung Chaktomuk Theatre, Phnom Penh.
Baca juga: Menengok Ibadah Haji Para Presiden RI, Soekarno Tempuh Perjalanan 6 Hari
Menko Puan, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya hubungan Indonesia-Kamboja yang telah terbina selama 60 tahun. Menko PMK juga menceritakan bahwa pada periode tahun 1959-1965, Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno telah berkunjung 5 kali ke Kamboja dan bertemu dengan Raja Norodom Sihanouk yang merupakan Raja Kamboja periode pertama. Soekarno juga mengagumi kota Phnom Penh yang cantik dan bersih.
Baca Juga: Balkon Fest Gelaran Pesta Rakyat untuk Warga Wringinputih
Follow Berita Okezone di Google News






