Kisah Aria Wiraraja "Dibuang" karena Jatuh Hati kepada Keturunan Ken Arok

Tim Okezone, Okezone · Rabu 28 Juli 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446941 kisah-aria-wiraraja-dibuang-karena-jatuh-hati-kepada-keturunan-ken-arok-cPJgHf5Wk5.jpg Aria Wiraraja (foto: istimewa)

JAKARTA - Aria Wiraraja atau Banyak Wide, seorang tokoh pemimpin pada abad ke-13 M di Jawa dan Madura. Dalam sejarah, ia dikenal sebagai pengatur siasat kejatuhan Kerajaan Singhasari, kematian Kertanagara, serta bangkitnya Raden Wijaya dalam usaha penaklukan Kadiri tahun 1293 dan pendirian Kerajaan Majapahit.

Berdasarkan dikutip dari sumenepkab.go.id. Demung Nayapati merupakan jabatan tinggi negara kala itu yang kedudukannya sangat dekat dengan raja. Kemudian setelah Prabu Whisnuwardhana diganti oleh putranya yang bernama Dandang Gendis bergelar Prabu Kertanegara, maka Banyak Wide dipindahkan ke Madura timur yakni Songennep, sebagai Adipati atau yang setingkat Gubernur (sekarang).

Baca juga:  Kisah Cinta Damarwulan dan Kencono Wungu, Syaratnya Bawa Kepala Minak Jinggo

Hal tersebut dilakukan karena Prabu Kertanegara melihat adanya hubungan mesra antara Banyak Wide dengan Mahisa Campaka, yang nota bene adalah saudara sepupunya sendiri dari keturunan Ken Arok dengan Ken Dedes. Hal ini dikhawatirkan akan kedudukannya sebagai raja akan tersaingi, apalagi Banyak Wide orang yang cakap dalam strategi dan politik Pemerintahan.

Baca juga:  Kisah Cinta Raden Wijaya dengan 4 Putri Kertanegara dan Dara Petak

Dikala Prabu Kertanegara mengadakan sidang mahkota, yang dihadiri oleh semua para pembesar kerajaan, diantaranya Demung Nayapati Arya Banyak Wide, Mpu Raganata, Panji Aragani, Kebo Anengah, Kebo Anabrang, Rakyan Tumenggung Wirakerti, Rakyan Rangga Mahisa Rangkah, dan lain-lain.

Sang Prabu menuturkan keinginannya untuk memperluas daerah kekuasaannya hingga keluar tanah Jawa. Yang diincar pertama adalah kerajaan kerajaan Tribuwanaraja Maulimarwasewa di bawah pimpinan Prabu Darmasraya di Swarnadwipa (Sumatera).

Lalu minta pendapat pada Arya Banyak Wide (Wiraraja) selaku pensehat politik pengatur strategi perang. Oleh Banyak Wide diberi pandangan agar hal tersebut perlu dipertimbangkan, karena paling utama adalah menunggu datangnya pembalasan dari negeri China, yang mana Sang Prabu pernah menghina tusan Khubilai Khan dengan memotong kupingnya karena tersinggung diminta untuk takluk kepada Kaisar China.

Dan bilamana penyerangan ke Swarnadwipa dilakukan, selayaknya harus mengirimkan telik sandi dahulu agar mengetahui kekuatan lawan. Rupanya saran dari Banyak Wide membuat Kertanegara tersinggung dan marah.

Atas kemarannya tersebut maka secara halus disingkirkan atau dibuang ke Sumenep Madura Timur dengan alasan untuk memantau kedatangan armada China di laut Jawa. Tidak hanya Banyak Wide, para pembesar kerajaan yang mendukung pendapat Banyak Wide juga kena getahnya seperti Patih Mpu Raganata diganti oleh Panji Aragani sebagai Patih luar, dan Kebo Anengah menjadi Patih dalam.

Empu Raganata sendiri dijadikan ramadhyaksa (penasehat raja), Kebo Anabrang diangkat menjadi Senopati Agung. Rakyan Tumenggung Wirakerti dijadikan Menteri Anghabaya, Rakyan Rangga Mahisa Rangkah tidak diberi kedudukan.

Perlu diketahui bahwa urutan jabatan di Singhasari sebagai berikut: Patih, Demung Nayapati, Kanuruhan, Rangga, Adipati, Tumenggung, Manteri, Manteri Anghabaya (pembantu)

Atas kejadian tersebut maka Arya Banyak Wide dinohhaken/disingkirkan ke pulau Madura dan dijadikan Adipati di Sumenep, yang mana karena rasa marahnya Sang Prabu terhadapnya. Dalam kitab Pararaton diceriterakan bahwa dinohaken (disingkirkan).

Banyak orang yang bertanya tentang keberadaan Banyak Wide, karena beliau bukan seorang raja mutlak hanya sebatas Adipati sehingga wajar bilamana silsilah keberadaanya kurang jelas. Tapi rupanya dimata ahli sejarah, Banyak Wide mendapat tempat yang istimewa sehingga selalu tertulis dalam kitab-kitab kuno. Namanya tertera jelas, termasuk dari mana dan siapa saja keturunannya, demikian yang terungkap dalam Babad Pararaton. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini