Filantropi di Kala Pandemi Covid-19: Tebar Kebaikan, Bersatu Bangkit dari Kesulitan

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 27 Juli 2021 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446874 filantropi-di-kala-pandemi-covid-19-tebar-kebaikan-bersatu-bangkit-dari-kesulitan-sH2OQqIwx3.jpg Dapur umum didirikan di Malang untuk membantu warga yang menjalani isolasi mandiri. (Foto : iNews.id/Deni Irwansyah)

JAKARTA – Sepetak tanah kosong di Gang 17 B RW03 Kelurahan Gadang, Kota Malang, Jawa Timur kini disulap menjadi dapur umum. Terpal biru menghampar sebagai penghalang sinar mentari dan terpaan hujan.

Tenda darurat itu berdiri sudah lebih dari sepekan lalu. Tak pernah ada kata sepi di tenda darurat itu setiap harinya. Sejumlah ibu sibuk memasak nasi, sayur, dan aneka lauk. Mereka memasak berganti, saling mengisi.

Ketika semua makanan sudah tersaji, warga lainnya ada yang bertugas mengemas dalam kotak saji. Kebersamaan itu tak berhenti.

Saat paket nasi kotak telah siap, warga lain mengangkutnya. Berkeliling mereka masuk gang demi gang untuk mengantarnya kepada keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri Covid-19.

“Ketika ada yang meninggal dunia dan anggota keluarga harus isolasi mandiri karena positif, siapa yang membantu? Dari situ kami peduli dan tergerak untuk membuat dapur umum. Ini swadaya warga,” kata Ketua RW 03 Effendy, Selasa (26/7/2021).

Uluran tangan untuk sesama tak hanya di Malang. Sebut saja warung ayam goreng Mbak Warni di Magelang, Jawa Tengah. Terketuk untuk membantu mereka yang sedang isolasi mandiri, rumah makan itu menyediakan 20 kotak nasi gratis. Paket nasi gratis ini baru sebatas di lingkungan warga sekitar.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Bertambah 45.203, Ini Sebarannya di 34 Provinsi

Kedermawanan itu tak sekadar bantuan nasi. Beratnya pandemi telah melahirkan berbagai aksi sosial oleh perseorangan, warga, komunitas maupun korporasi. Mereka tergerak untuk membantu mereka yang sedang diimpit kesulitan.

Ketika varian Delta menghantam dan memicu peningkatan kematian, kebutuhan oksigen pun naik tajam. Tabung oksigen dan isinya tak pelak menjadi barang mahal dan langka.

Kebaikan kembali datang dari mereka yang peduli. Sebut saja Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen, Jakarta, yang menyediakan tabung oksigen untuk dipinjam. Begitu juga Komunitas Dapur Peduli di Pekalongan.

Ada pula Bagirata, platform subsidi silang untuk membantu kondisi finansial para pekerja yang terkena dampak ekonomi di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19. Gerakan sosial ini dirancang dan dijalankan anak muda Tanah Air, yaitu Lody Andrian, Ivy Vania, Rheza Boge, dan Elham Arrazag. Mereka memfasilitasi proses redistribusi kekayaan ke pekerja yang terdampak agar mencapai dana minimum yang dibutuhkan.

Semangat menebar kebaikan juga lahir dari para pesohor. Melalui berbagai cara mereka mencoba meringankan beban yang terdampak pandemi. Tidak hanya pasien, tetapi juga tenaga kesehatan yang berjibaku di garis depan.

Raffi Ahmad, misalnya, turun ke jalan untuk berbagi rezeki. Seorang pedagang layangan semringah ketika mendapat uang tunai Rp600.000. "Rezeki anak solehah. Terima kasih Pak Raffi," ujarnya,” dikutip dari channel YouTube Rans Entertainment, Jumat (23/7/2021).

Sejumlah penyanyi dan artis lain mengampanyekan penggalangan dana lewat laman kitabisa untuk membantu para nakes. Ini antara lain dilakukan Melly Goeslaw, Maia Estianty dan lainnya.

Sikap kedermawanan juga datang dari korporasi. Ketika pandemi melanda Indonesia, mereka ringan tangan membantu warga terdampak atau bahkan pasien.

MNC Peduli di bawah MNC Group melakukan berbagai kegiatan untuk meringankan beban masyarakat. Tidak hanya berbagi bantuan bahan pangan, namun juga mengajak para penyintas untuk donor plasma konvalesen. MNC Peduli juga menggelar vaksinasi untuk masyarakat umum. Vaksinasi merupakan ikhtiar untuk mengurangi risiko fatal akibat terpapar virus corona. Selain itu, langkah penting untuk menciptakan kekebalan komunal (herd immunity).

Bersatu Menangani Pandemi

Sejak muncul kasus positif pertama kali pada 2 Maret 2020, Indonesia—sebagaimana negara-negara lain di dunia menghadapi beratnya terpaan pandemi. Hari demi hari, kasus baru muncul.

Data termutakhir pada Selasa (26/7/2021), akumulasi kasus positif telah mencapai 3.194.733 orang. Terjadi penambahan 28.228 orang dibandingkan hari sebelumnya. Pasien sembuh dari Covid-19 mencapai 2.549.692 atau bertambah 40.374 orang. Sedangkan pasien meninggal dunia mencapai 84.766 orang atau bertambah 1.487 dibandingkan hari sebelumnya. Kasus aktif kini 560.275.

Menghadapi pandemi tak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan peran semua pihak untuk mengatasi, termasuk dari lingkungan terkecil yakni keluarga.

Satgas Penanganan Covid-19 menuturkan, penanganan lonjakan kasus dilakukan dengan pendekatan secara pentahelix. Satgas menekankan prinsip 3K (Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi) dengan pemerintah dan satgas di daerah serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Pentingnya peran serta seluruh pihak ini lah yang memunculkan aksi-aksi filantropi dan virus kebaikan lainnya. Berbagai elemen masyarakat tergerak untuk membantu agar pandemi lekas tertangani. (Deni Irwansyah/Advenia Elisabeth)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini