Tinjau Penanganan Covid-19 di Tangerang, Mendagri Minta BOR RS di Bawah 50 Persen

Isty Maulidya, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446705 tinjau-penanganan-covid-19-di-tangerang-mendagri-minta-bor-rs-di-bawah-50-persen-be5bCDOJFT.jpg Mendagri Tito Karnavian. (Foto : Okezone.com/Isty Maulidya)

TANGERANG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyebutkan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Tangerang selama dua minggu terakhir sangat berpengaruh terhadap indikator pengendalian Covid-19. Hal tersebut diungkapkan saat meninjau langsung penanganan Covid-19 pada Selasa (27/7/2021).

Salah satunya ditunjukkan dengan tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit yang saat ini sudah turun menjadi 73 persen. Namun, Pemkot Tangerang diminta untuk terus berupaya agar BOR berada di bawah 50 persen.

"Masih terus diupayakan agar turun 50 persen dengan penguatan di hulu dan hilir untuk treatment peningkatan kapasitas kesehatan dan tracing dan testing. Kasus kematian berkurang sampai 25 persen, yang sembuh meningkat," ujar Tito.

Tito mengingatkan pemerintah setempat tidak lengah karena kasus Covid-19 yang mulai turun. Masyarakat juga diminta tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dan membantu pemerintah dalam menangani pandemi.

"Pelaksanaan PPKM sangat berhubungan dengan indikator pengendalian Covid-19, yang paling utama jangan jenuh, lengah dan kendor. Angka tersebut harus dikendalikan di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah memaparkan, kasus kematian akibat Covid-19 juga menurun. Jumlah pasien yang sembuh terus meningkat. Adapun untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri juga saat ini masih terkendali dan dipantau oleh puskemas setempat.

"Dari data terakhir, kasus kematian akibat Covid-19 hanya 12 kasus dari 50 orang yang sakit. Tingkat keterisian di rumah isolasi juga hanya 37 persen," ucapnya.

Upaya testing dan tracing juga akan terus ditingkatkan mengingat hal tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan agar penyebaran Covid-19 bisa terdeteksi sedini mungkin.

"Sekarang testing kita ini sehari bisa mencapai 300 lebih. Targetnya kan 4.300 kalau dari aturan intruksi Mendagri. Mudah-mudahan dalam waktu ke depan bisa kita optimalkan," ucapnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini